Mobilitas Penumpang LRT Jabodebek Menurun Saat WFH Diterapkan
Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN menyebabkan penurunan signifikan jumlah penumpang LRT Jabodebek pada hari pertama, Jumat (10/4/2026). Jumlah penumpang turun sekitar 10 persen dari hari sebelumnya, terutama di jam sibuk dan stasiun dekat perkantoran.
Data Penurunan Penumpang
Pada Kamis (9/4/2026), LRT Jabodebek melayani 118.505 penumpang, tetapi anjlok menjadi 106.301 penumpang sehari kemudian, atau berkurang 12.204 orang. Penurunan ini langsung terkait WFH ASN, seperti disampaikan Manager PR LRT Jabodebek Radhitya Mardika.
Stasiun di kawasan perkantoran seperti Dukuh Atas, Kuningan, Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, dan Pancoran mengalami penurunan paling tajam. Efek ini terlihat jelas pada jam sibuk pagi dan sore, karena banyak ASN yang bekerja dari rumah.
Dampak Kebijakan WFH
Kebijakan WFH ini diterapkan untuk mengurangi mobilitas di Jakarta, dan langsung berdampak pada transportasi massal seperti LRT Jabodebek. Meski penurunan hanya 10 persen, ini menunjukkan ketergantungan layanan kereta pada komuter pekerja kantor pemerintah.

