PADI Gelar Right Issue Rp113,07 Miliar untuk Perkuat MKBD
Emiten sekuritas PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur keuangannya melalui penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD/rights issue).
Rencana aksi korporasi ini terungkap dalam laporan keterbukaan informasi yang dipublikasikan oleh EmitenNews, di mana PADI menjajakan right issue senilai Rp113,07 miliar dengan melepas 2,26 miliar saham baru.
Detail Rights Issue PADI
| (Foto Saham PADI dari Google Finansial) |
Penerbitan saham baru ini setara 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh PADI. Aksi ini akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penerbitan prospektus resmi.
Tujuan: Memperkuat MKBD
Manajemen PADI memaparkan bahwa dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan diprioritaskan untuk memperkuat modal kerja bersih disesuaikan (MKBD).
Dalam skenario yang disampaikan, dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja perseroan, termasuk penempatan kas dan setara kas, serta deposito berjangka. Perkuatan MKBD diharapkan meningkatkan kemampuan PADI dalam menyalurkan fasilitas pembiayaan dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Konteks dan Perkembangan
Rencana rights issue ini telah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PADI yang digelar pada 1 Oktober 2025, di mana rencana penerbitan 2,2 miliar lembar saham baru mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Meski proses sempat tertahan menunggu perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) hingga 2026, perseroan kini mengarahkan fokus pada pelaksanaan rights issue untuk memperkuat struktur keuangan dan operasional.
Aksi korporasi PADI ini menunjukkan komitmen untuk mempertahankan posisi kompetitif di sektor sekuritas, sekaligus membuka peluang bagi pemegang saham untuk berpartisipasi dalam penambahan modal guna mendukung pertumbuhan perseroan.

