Pasokan Stablecoin Tembus Rp 5.353 Triliun di Kuartal I 2026
Pasokan kripto stablecoin global mencapai rekor tertinggi USD 315 miliar, setara Rp 5.353 triliun pada kuartal pertama 2026. Angka ini menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan kuat di tengah fluktuasi pasar kripto secara keseluruhan.
Pertumbuhan dan Stabilitas Pasokan
Total pasokan stablecoin tetap stabil di kisaran USD 300 miliar sepanjang kuartal tersebut, dengan sedikit peningkatan pada akhir Februari. Meski pasar kripto mengalami tekanan, stablecoin berfungsi sebagai fondasi likuiditas on-chain yang andal. Rekor ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap aset yang dipatok nilai fiat seperti USDT dan USDC.
Peningkatan Volume Transfer
Skala transfer stablecoin setelah penyesuaian melonjak menjadi USD 21,5 triliun pada kuartal I 2026, tiga kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kecepatan sirkulasi dan penggunaan stablecoin meningkat signifikan, menandakan utilitas yang lebih tinggi dalam transaksi harian dan DeFi. Volume ini melanjutkan tren rekor dari kuartal IV 2025 yang mencapai USD 11 triliun.
Implikasi Regulasi dan Masa Depan
Kebijakan regulasi terkait pendapatan dan penerbitan stablecoin semakin jelas, memengaruhi dinamika industri. Pertumbuhan ini diproyeksikan terus berlanjut, dengan estimasi aliran pembayaran stablecoin mencapai USD 56 triliun pada 2030. Di Indonesia, tren ini memperkuat adopsi kripto sebagai alat transaksi stabil di tengah volatilitas pasar global.

