Pelindo Jambi Dorong Ekspor 1.000–1.500 Ton Kayu Manis Kerinci ke Asia dan Eropa

Pelindo Jambi Dorong Ekspor 1.000–1.500 Ton Kayu Manis Kerinci ke Asia dan Eropa

Badan Usaha Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional Jambi tengah mendorong ekspor kayu manis Kerinci agar lebih masif menembus pasar global, melalui kolaborasi dengan PT Cassia Co‑Op sebagai mitra pengelola komoditas tersebut.

Bentuk kerja sama Pelindo–Cassia Co‑Op

Pelindo Jambi dan Cassia Co‑Op menjalin kerja sama strategis yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 22 April 2026 di Kantor Pelindo Regional 2. Melalui kolaborasi ini, ekspor kayu manis Kerinci dalam bentuk petikemas (kontainer) ditargetkan mencapai sekitar 1.000–1.500 ton sepanjang 2026, dengan tujuan pasar di Asia dan Eropa.

Dorongan akses pasar global

Kayu manis Kerinci dikemas sebagai produk unggulan berstandar ekspor, baik dalam bentuk bubuk maupun kulit, untuk memenuhi persyaratan negara tujuan seperti Eropa dan Turki yang sudah pernah menjadi tujuan ekspor sebelumnya. Pelindo memanfaatkan jaringan pelabuhan dan logistik nasional, termasuk Pelabuhan Talang Duku di Jambi, untuk mempercepat arus barang sehingga petani dan pelaku usaha di Kerinci bisa lebih lancar menjual produk ke pasar internasional.

Dampak bagi petani dan ekonomi lokal

Langkah ini diharapkan meningkatkan volume dan nilai ekspor, sekaligus menstabilkan harga kayu manis di tingkat petani karena permintaan global relatif lebih tinggi. Dengan target ekspor 1.000–1.500 ton setahun, Kerinci berpotensi meraup ratusan miliar rupiah, sekaligus mendukung narasi bahwa produk asal desa kecil di Jambi bisa kompetitif di pasar global.

 

Next Post Previous Post