Pemerintah Digitalisasi Bansos Lewat Aplikasi: Warga Bisa Usul Data, Targetkan Lebih Tepat Sasaran
Pemerintah Indonesia sedang gencar mendorong digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui aplikasi inovatif yang memungkinkan partisipasi masyarakat. Langkah ini diharapkan mengurangi kesalahan penargetan dan memastikan bantuan tepat sampai ke penerima yang berhak.
Baca Juga: Bansos 2026: Cara Cek Bansos, Syarat Penerima & Tips Supaya Tidak Ditolak
Latar Belakang Inisiatif
Program ini diprakarsai Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Kementerian Sosial (Kemensos), menjawab masalah data penerima yang sering tidak akurat. Uji coba awal di Banyuwangi berhasil menekan tingkat kesalahan dari 77% menjadi di bawah 10%.
Perluasan ke 40 kabupaten/kota direncanakan 2026, dengan target rollout nasional akhir tahun ini atau awal 2027.
Fitur Unggulan Aplikasi
Warga bisa mengusulkan data calon penerima (diri sendiri, keluarga, atau tetangga) via aplikasi SIKS-NG atau Cek Bansos. Sistem terintegrasi DTSEN BPS, biometrik wajah, dan 10 database resmi untuk verifikasi otomatis.
Fitur tambahan mencakup pengecekan status online, sanggah data, dan bantuan pendamping untuk non-pengguna smartphone.
Dukungan dan Target
Mensos Saifullah Yusuf optimistis program ini tingkatkan transparansi dan efisiensi, didukung Instruksi Presiden serta kolaborasi Kemensos, BPS, dan Komdigi. Prioritas kelompok desil 1-4 (fakir miskin) dengan update data real-time.
Digitalisasi ini hemat biaya hingga Rp14 triliun per tahun dan kurangi penerima ganda.

