Permintaan Bitcoin Melemah Saat Suku Bunga Riil Melonjak

Permintaan Bitcoin Melemah Saat Suku Bunga Riil Melonjak

Permintaan terhadap Bitcoin menurun akibat kenaikan suku bunga riil di AS, yang membuat aset berisiko tanpa imbal hasil seperti BTC kurang menarik. Harga Bitcoin naik 2% minggu ini menjadi sekitar $67.472, tapi dinamika penawaran-permintaan yang lemah bisa membatasi kenaikan lebih lanjut.

Penurunan Inflow ETF dan Stablecoin

Inflow ke ETF spot Bitcoin mendingin, menandakan apatisme institusional kembali muncul. Pertumbuhan stablecoin juga terhenti, menunjukkan kurangnya inflow fiat baru ke pasar kripto. Hal ini kontras dengan penerbitan harian BTC sekitar 450 koin dari aktivitas mining pasca-halving April 2024.

Rasio AER Bitfinex Anjlok

Rasio absorpsi-emisi (AER) Bitfinex turun drastis dari 5,3x akhir Februari menjadi 1,3x, menempatkan pasar di zona absorpsi pasif. Analis Bitfinex menyatakan permintaan hanya sedikit melebihi emisi miner, sehingga rally signifikan butuh inflow kuat seperti akhir 2024 hingga pertengahan 2025.

Dampak Suku Bunga Riil 10-Tahun TIPS

Imbal hasil 10-tahun Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) naik lebih dari 30 basis poin menjadi 2,02% sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, mencapai puncak 2,12% minggu lalu. Kenaikan ini menarik modal dari aset berisiko dan tanpa yield seperti Bitcoin, yang sering dibandingkan dengan emas.

Prospek Jangka Pendek

Situasi Bitcoin sulit membaik tanpa penurunan suku bunga Fed dan likuiditas lebih sehat, karena yield riil tinggi mengusir modal dari aset non-yielding. Pasar memprediksi yield riil tinggi bertahan, dengan kurva 10-tahun naik lebih cepat daripada 5-tahun, ditambah tekanan dari harga minyak yang melonjak.

 

Next Post Previous Post