Permintaan PLTS Atap Terus Meningkat di Tahun Ini
Permintaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada 2026, terutama dari segmen industri dan residensial. Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap energi alternatif yang lebih mandiri.
Prospek Bisnis yang Cerah
Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mencatat adanya peningkatan pesat dalam bisnis panel surya. Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, menyatakan bahwa permintaan melonjak seiring dukungan kebijakan pemerintah, termasuk inisiatif Presiden untuk program 100 GW energi surya.
Antrean pemasangan di sektor industri bahkan mencapai 200 MW, menandakan prospek positif sepanjang tahun ini. Bisnis ini semakin bersinar berkat target energi baru terbarukan (EBT) dari pemerintah pusat.
Data Historis dan Capaian Terkini
Kapasitas terpasang PLTS atap naik 508 kali lipat sejak 2018 hingga November 2025, mencapai sekitar 772,98 MW. Jumlah pelanggan juga melonjak 18 kali lipat menjadi 11.392 orang, dengan kontribusi terbesar dari rumah tangga dan industri.
Pada 2024, jumlah pengguna PLTS atap meningkat dari 8.491 menjadi 9.632 pelanggan hingga Oktober, melampaui target Kementerian ESDM sebesar 147,02%. Tren positif ini terus berlanjut hingga 2026, didukung kuota baru dari PLN.
Faktor Pendorong Utama
Kebijakan seperti Permen ESDM PLTS atap telah menciptakan iklim usaha yang lebih pasti, mendorong pelanggan baru naik 17 kali lipat sejak 2018. Selain itu, kenaikan tarif listrik dan kesadaran lingkungan mempercepat adopsi panel surya di sektor komersial.
Pemerintah juga mendorong konversi PLTD ke PLTS, membuka peluang bagi saham energi terbarukan. Inisiatif Grup Sinarmas dalam produksi komponen PLTS semakin memperkuat ekosistem industri ini.

