Pertamina Percepat Transisi Menuju Energi Bersih

 

Pertamina Percepat Transisi Menuju Energi Bersih

PT Pertamina (Persero) semakin agresif dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak global. Hingga akhir 2025, perusahaan ini telah menghasilkan energi bersih sebanyak 8.743 GWh dari sumber rendah karbon, termasuk panas bumi dengan kapasitas terpasang 3.271 MW.

Strategi Dual Growth

Pertamina menerapkan strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy) yang menyeimbangkan ekspansi bisnis konvensional dengan transisi energi bersih. Pendekatan ini mencakup portofolio geothermal, tenaga surya, biofuel, gas to power, hidrogen, dan e-fuel, dengan kapasitas geothermal mencapai 727 MW operasional dan total potensi 2,8 GW. Strategi tersebut mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.

Peran Ekosistem Terintegrasi

Kunci sukses transisi energi bagi Pertamina adalah pembentukan ekosistem yang menghubungkan inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan. Melalui Pertamina NRE, perusahaan menjadi role model di forum internasional seperti Abu Dhabi Sustainability Week 2025, dengan dukungan kebijakan pemerintah seperti subsidi dan insentif fiskal. Inisiatif ini juga memberdayakan masyarakat lokal untuk menciptakan kemandirian energi.

Tantangan dan Komitmen Ke Depan

Di tengah volatilitas harga dan pasokan energi dunia akibat dinamika geopolitik, Pertamina berkomitmen memperluas EBT sebagai solusi jangka panjang. Upaya ini tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi baru melalui integrasi energi bersih. Pertamina menargetkan kontribusi lebih besar terhadap bauran energi Indonesia 23% pada 2030.

Next Post Previous Post