Petrosea Cetak Laba US$ 28,81 Juta dan Ekspansi ke Sektor Migas
PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten milik Prajogo Pangestu, mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 251,75% pada 2025 menjadi US$35,01 juta dari US$9,95 juta tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga naik 28,32% menjadi US$886,46 juta, didorong oleh aktivitas jasa pertambangan dan penjualan batu bara.
Kinerja Keuangan 2025
Petrosea berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$28,81 juta, naik 197,02% dari US$9,70 juta pada 2024.
Kenaikan ini mencerminkan strategi diversifikasi usaha yang efektif, meski beban bunga meningkat menjadi US$55,70 juta akibat ekspansi.
Pendapatan dari jasa pertambangan dan rekayasa menjadi penyumbang utama, dengan kontribusi penjualan batu bara mencapai US$52,01 juta.
Strategi Ekspansi Baru
Perusahaan baru saja menyelesaikan akuisisi Hafar, HBS, dan Scan-Bilt, yang membuka lini bisnis EPCI Migas Lepas Pantai.
Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada segmen pertambangan dan memperluas pasar regional.
Presiden Direktur Michael menyatakan diversifikasi sebagai pilar strategis untuk ketahanan bisnis di tengah dinamika industri energi.
Prospek ke Depan
Direktur Kartika Hendrawan menekankan lini bisnis migas lepas pantai sebagai fondasi pengembangan portofolio baru.
Petrosea optimistis dengan target pertumbuhan pendapatan hingga 43% pada 2025 dan 41% pada 2026, menjangkau US$1,4 miliar.
Ekspansi ini diharapkan meningkatkan daya saing dan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

