Presiden Prabowo Resmikan Dua Pabrik LPG Berkapasitas 193 Ton Per Hari
Detail Pabrik LPG
Pabrik pertama, LPG Plant Cilamaya dioperasikan PT Energi Nusantara Perkasa dengan kapasitas produksi 163 metrik ton LPG per hari dan 1.891 barel kondensat per hari. Lokasinya strategis untuk memasok kebutuhan domestik.
Pabrik kedua di Tuban memiliki kapasitas 30 metrik ton LPG per hari plus 348 barel kondensat per hari, termasuk mini LNG plant. Total keduanya mencapai 193 ton LPG harian, mengurangi ketergantungan impor.
Dampak Ekonomi
Peresmian ini diumumkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam RDP Komisi VII DPR pada 8 April 2026. Proyek serupa di Jambi Merang direncanakan onstream 2027 dengan 320 ton LPG per hari. Langkah ini memperkuat industri hulu migas dan ciptakan lapangan kerja.
Konteks Hilirisasi
Pabrik-pabrik ini sejalan dengan kebijakan Prabowo untuk percepatan hilirisasi, mirip peresmian pabrik petrokimia sebelumnya. Produksi lokal LPG akan stabilkan harga dan pasokan bulanan.

