Profil PT Ifishdeco Tbk: Transformasi ke Sektor Mineral Penting dan Target Saham Kuat di 2026

 

Profil PT Ifishdeco Tbk: Transformasi ke Sektor Mineral Penting dan Target Saham Kuat di 2026

PT Ifishdeco Tbk (IFSH.JK) merupakan emiten pertambangan terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berfokus pada mineral penting seperti nikel dan silika. Perusahaan berkantor pusat di Jakarta dan mengelola operasi terintegrasi secara vertikal, mulai dari eksplorasi hingga penjualan bijih nikel untuk pasar domestik dan ekspor.

Transformasi dari Agribisnis

Awalnya, PT Ifishdeco bergerak di sektor agribisnis dengan menanam pohon mete untuk kacang mede sejak sebelum 2005, namun hasilnya tidak konsisten. Pada 2005-2008, survei topografi dan uji tanah mengungkap kandungan nikel (Ni) dan besi (Fe) tinggi di lahan perkebunan, mendorong revisi strategi bisnis. Pada 2008, perusahaan mengajukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi Nikel, yang ditingkatkan menjadi IUP Operasi/Produksi pada 2010, sehingga produksi bijih nikel dimulai tahun 2011.

Saat ini, fokus bergeser sepenuhnya ke pertambangan nikel dan silika, dengan penjualan bijih mentah ke multinasional serta produksi Nickel Pig Iron (NPI) melalui anak usaha PT Bintang Smelter Indonesia.

Operasi dan Anak Usaha

PT Ifishdeco mengelola tambang aktif untuk bijih nikel kadar rendah (limonit <1.8% Ni), yang dilebur menjadi NPI dengan kandungan nikel 2-10%. Anak usaha menangani pemurnian, pengangkutan, dan penjualan NPI serta paduan feronikel (FeNi). Pada 2025, penjualan tembus Rp1 triliun, didorong bisnis nikel dan silika di tengah permintaan global untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

Perusahaan optimis memasuki 2026 dengan ekspansi aset mineral dan diversifikasi, termasuk rencana akuisisi tambang nikel.

Target Kinerja Saham 2026

Profil PT Ifishdeco Tbk: Transformasi ke Sektor Mineral Penting dan Target Saham Kuat di 2026
(Foto Saham IFSH dari Google Finansial)
Untuk 2026, PT Ifishdeco menargetkan pendapatan Rp1 triliun dan laba bersih Rp100 miliar, sejalan dengan capaian 2024-2025. Strategi mencakup optimalisasi izin tambang (RKAB nikel dan silika), disiplin produksi, serta diversifikasi ke perkebunan kelapa di tengah koreksi harga nikel global. Emiten ini menjaga prospek saham kuat didukung permintaan mineral kritis untuk transisi energi.
Next Post Previous Post