Riot Platforms Jual Bitcoin Senilai Rp250 Miliar Lebih untuk Danai Proyek AI Data Center
Perusahaan penambang Bitcoin asal AS, Riot Platforms (RIOT), melakukan aksi jual besar terhadap aset kriptonya pada akhir 2025 lalu dengan menguangkan sekitar 2.201 BTC atau setara US$200 juta (sekitar Rp3 triliun lebih dalam kurs terkini).
Apa yang Dilakukan Riot?
Pada November–Desember 2025, Riot Platforms menjual:
1.818 BTC (sekitar US$161,6 juta) di bulan Desember.
383 BTC (sekitar US$37 juta) di bulan November.
Total penjualan mencapai 2.201 BTC, menghasilkan kas sekitar US$198–200 juta yang langsung mengurangi jumlah Bitcoin yang mereka pegang di neraca.
Dampak Terhadap Kepemilikan BTC Riot
Akibat serangkaian penjualan ini, simpanan Bitcoin Riot Platforms menyusut dari 19.324 BTC pada Oktober 2025 menjadi 18.005 BTC di akhir tahun.
Meski jumlah BTC berkurang, dengan harga Bitcoin yang masih tinggi, total aset BTC mereka tetap bernilai sekitar US$1,65 miliar, menjadikan Riot salah satu perusahaan publik terbesar yang masih memegang Bitcoin dalam skala besar.
Mengapa Riot Jual Bitcoin?
Langkah ini bertolak belakang dengan strategi Riot pada 2024, ketika mereka tidak menjual satu BTC pun dan justru menambah puluhan ribu BTC ke neraca perusahaan.
Kini, penjualan massal di akhir 2025 dianggap sebagai sinyal perubahan strategi: Riot mulai lebih fleksibel menggunakan BTC sebagai “modal” untuk pendanaan proyek jangka panjang, bukan hanya sebagai aset cadangan.
Laporan analis seperti VanEck menyebut hasil dari penjualan BTC itu kemungkinan besar akan digunakan untuk membiayai investasi capex pusat data AI dan computing berperforma tinggi (HPC), termasuk pengembangan fasilitas data center berkapasitas sekitar 112 MW di Corsicana, Texas, yang ditargetkan rampung pada kuartal I 2027.
Sinyal untuk Industri Miner dan Pasar
Penjualan besar Riot ini juga mencerminkan tren di sektor penambang Bitcoin, di mana tekanan biaya energi dan turunnya harga jasa penambangan (hashprice) mendorong beberapa perusahaan untuk “menguangkan cadangan BTC” demi memperkuat neraca dan diversifikasi ke bisnis bernilai lebih tinggi seperti AI dan HPC.
Bagi pasar, aksi Riot menandakan bahwa perusahaan aset kripto besar mulai melihat AI dan data center sebagai sumber pendapatan utama masa depan, sekaligus menunjukkan bahwa kepemilikan BTC bisa jadi instrumen manajemen kas, bukan hanya simbol keyakinan jangka panjang.

