Rusia Buka Peluang Kerja Sama Minyak dengan Indonesia
Latar Belakang Krisis Energi
Indonesia sedang mencari sumber pasokan minyak baru setelah Selat Hormuz tertutup akibat perang antara AS-Israel melawan Iran, menyebabkan harga minyak dunia melonjak. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta Pertamina mengeksplorasi opsi impor dari berbagai negara, termasuk Rusia, untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Pernyataan Duta Besar Rusia
Tolchenov menyatakan Presiden Rusia telah berulang kali menawarkan kerjasama energi bagi negara sahabat yang membutuhkan. "Silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan," ujarnya saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta, pada 31 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa belum ada permintaan resmi dari Pertamina atau Kementerian ESDM, tapi Kedubes Rusia siap memfasilitasi diskusi.
Peluang dan Syarat Kerjasama
Rusia terbuka untuk kontrak jangka panjang, bahkan bagi negara-negara Barat yang sebelumnya tidak bersahabat, asal ada kesediaan bekerjasama. Faktor pendukung termasuk relaksasi sanksi AS terhadap Rusia, yang membuka akses impor bagi Indonesia. Ini sejalan dengan strategi diversifikasi sumber energi RI, di mana harga kompetitif dan ketersediaan menjadi prioritas utama.
Implikasi bagi Indonesia
Kerjasama ini berpotensi menguntungkan Indonesia untuk membangun cadangan energi nasional, mirip saran pengusaha sejak 2025. Namun, keputusan akhir ada di Pertamina berdasarkan pertimbangan bisnis. Langkah ini juga mencerminkan hubungan bilateral yang semakin erat pasca Indonesia bergabung BRICS.

