Saham BBCA Mengalami Penurunan, Apa Penyebabnya?
Saham PT Bank Central Asia Tbk (kode: BBCA) belakangan terus mengalami tekanan di pasar modal. Sepanjang 2025–2026, harga saham BBCA tercatat terkoreksi cukup dalam, bahkan sempat anjlok lebih dari 20% dalam satu tahun, meski kinerja bisnis perseroan masih relatif solid.
Penurunan Dipicu Aksi Jual Asing
| (Foto Saham BBCA dari Google Finansial) |
Kinerja Fundamental Masih Kokoh
Di tengah anjloknya harga saham, kinerja operasional BCA secara umum masih kuat. Bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia ini mencatat pertumbuhan laba bersih, penyaluran kredit, dan pendapatan bunga yang positif, bahkan di atas rata‑rata industri perbankan.
Struktur pendanaan BCA juga dinilai kuat, dengan komposisi CASA (Current Account–Saving Account) yang sangat tinggi, sehingga biaya dana lebih murah dan rasio NIM tetap sehat.
Apa yang Bisa Dilakukan Investor?
Untuk investor jangka panjang, tekanan harga saham BBCA sering dipandang sebagai peluang untuk mengakumulasi secara bertahap, selama struktur modal dan risiko portofolio tetap terjaga.
Namun, investor juga perlu memperhatikan batas toleransi risiko, misalnya tidak menambah posisi jika harga sudah menembus level cut loss yang disarankan, karena volatilitas saham unggulan seperti BBCA bisa tetap tinggi akibat dominasi aksi asing.

