Saham BNBR Reli 7 Hari di Tengah Rencana Rights Issue

Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengalami reli signifikan selama tujuh hari beruntun hingga 16 April 2026. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif rencana rights issue besar-besaran yang telah disetujui pemegang saham.

Pergerakan Harga Terkini

Pada Kamis (16/4/2026) pukul 10:05 WIB, saham BNBR melonjak 8,74% menjadi Rp226 per saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi mencapai Rp407,3 miliar dengan volume 1,82 miliar lembar saham, sementara kenaikan sepekan mencapai 82,26%.

Secara teknikal, BNBR berhasil menembus resistance di level Rp214, yang kini berubah menjadi support kunci. Analis BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan potensi naik ke Rp227-240 jika bertahan di atas Rp214, meski koreksi ke Rp205-214 dianggap sehat.

Rencana Rights Issue Jumbo

Saham BNBR Reli 7 Hari di Tengah Rencana Rights Issue
(Foto Saham BNTR dari Aplikasi Stockbit)
RUPSLB pada 27 Februari 2026 menyetujui rights issue hingga 90 miliar saham baru Seri E dengan nilai nominal Rp12 per saham. Target dana Rp4-6,5 triliun akan digunakan untuk bayar utang, modal kerja, dan ekspansi usaha termasuk penguatan pasca-akuisisi tol Cimanggis-Cibitung.

Dengan saham beredar 173,42 miliar lembar, rights issue ini berpotensi dilusi hingga 33,33% bagi pemegang saham yang tidak ikut. Harga pelaksanaan akan ditetapkan 9 Maret 2026, dengan pengumuman hasil RUPSLB pada 2 Maret 2026.

Prospek dan Risiko

Rasio utang diproyeksi turun signifikan pasca-rights issue, mendukung penguatan fundamental Grup Bakrie. Namun, investor perlu waspada terhadap volatilitas jika harga gagal bertahan di support Rp214.

Aspek

Detail

Target Dana

Rp4-6,5 Triliun market

Saham Baru

90 Miliar Seri E

Dilusi Maks

33,33%

Penggunaan Dana

Utang, modal kerja, ekspansi

Kenaikan 1 Minggu

82,26%

Next Post Previous Post