Saham GOTO Melonjak Usai Cetak Laba Perdana di Kuartal I-2026
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatatkan laba bersih perdana sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026 (Januari-Maret 2026). Pencapaian ini menandai titik balik penting bagi emiten teknologi terbesar di Indonesia, yang sebelumnya kerap mencatatkan rugi.
Kinerja Keuangan Gemilang
Pendapatan bersih GOTO melonjak 26% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp5,34 triliun dari Rp4,23 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi AI, dan penurunan biaya layanan.
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menyatakan bahwa operating leverage kini tertanam secara struktural dalam bisnis perusahaan. Strategi AI mulai membuahkan hasil, sehingga biaya operasional lebih terkendali.
Reaksi Pasar dan Harga Saham
| (Foto Saham GOTO dari Aplikasi Stockbit) |
Volume perdagangan meningkat signifikan, mirip dengan respons pasar saat GOTO cetak laba sebelum pajak perdana di kuartal III-2025, di mana sahamnya melesat 7,14% ke Rp60 dengan transaksi Rp621 miliar.
Prospek dan Rekomendasi Analis
Analis merekomendasikan "beli" untuk saham GOTO berkat laba perdana ini, meski proyeksi 2026 masih bergantung pada risiko makroekonomi global seperti persaingan dan tekanan biaya. Perusahaan optimis dengan EBITDA positif berkelanjutan sejak akhir 2024.
Investor disarankan pantau IHSG yang sempat melemah 0,48% ke 7.072,39 pada 28 April 2026, di tengah pelemahan saham lain seperti AMMN dan DSSA. Pencapaian GOTO ini bisa jadi peluang di sektor teknologi Indonesia yang sedang pulih.

