Siap‑Siap, Ini Bocoran Dividen Final Bank Mandiri (BMRI)

Siap‑Siap, Ini Bocoran Dividen Final Bank Mandiri (BMRI)

PT Bank Mandiri Tbk (kode saham: BMRI) kembali menjadi sorotan investor jelang pembagian dividen tahun buku terbaru. Setelah sebelumnya membayar dividen interim, emiten bank pelat merah ini menyiapkan dividen final yang potensial memberikan imbal hasil menarik bagi para pemegang saham.

Besaran dividen dan rasio pembayaran

Pada tahun buku 2024, Bank Mandiri membukukan laba bersih mencapai sekitar Rp55,78 triliun dan menyalurkan sekitar 78% atau sekitar Rp43,51 triliun sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Setiap pemegang saham BMRI berhak menerima sekitar Rp466 per saham dari pembagian dividen tersebut, angka ini bahkan tercatat lebih tinggi dari estimasi awal pasar yang sekitar Rp358 per saham.

Dengan asumsi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) dipertahankan di kisaran 60–80% seperti tahun 2024, analis memperkirakan yield dividen BMRI masih bisa berada di kisaran single‑digit hingga mendekati dua angka, yang cukup menarik bagi investor jangka panjang.

Jadwal dan mekanisme pembayaran

Pembagian dividen tunai tahun buku 2024 dilakukan setelah persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Maret 2025. Bank Mandiri menetapkan tanggal cum dividen dan ex dividen sesuai standar bursa, lalu dana dividen ditransfer ke rekening investor melalui KSEI (Kartu Indonesia Sejahtera) dan kantor cabang bank sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain dividen tahunan, pada awal tahun 2026 Bank Mandiri juga telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar maksimum Rp9,3 triliun atau setara Rp100 per saham, yang cair pada 14 Januari 2026. Sinyal ini menunjukkan bahwa perseroan tetap menjaga kebijakan pembagian laba yang konsisten, meskipun tetap menjaga struktur permodalan dan laba ditahan untuk pertumbuhan di masa depan.

Dampak bagi investor BMRI

Dengan kenaikan harga saham BMRI dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi kenaikan harga dan pembagian dividen membuat profil saham ini menarik bagi investor yang mengutamakan “dividend‑plus‑capital gain”. Manajemen Bank Mandiri juga menyampaikan sinyal akan mempertahankan rasio pembayaran dividen yang sejalan dengan tahun sebelumnya, sehingga investor jangka panjang dapat mengantisipasi potensi dividen final yang tidak jauh berbeda dari tren tahun 2024–2025.


Bagi investor yang ingin memanfaatkan gimmick dividen, penting untuk mencatat jadwal record date dan ex dividen, karena investor yang membeli saham setelah tanggal ex dividen tidak akan berhak atas pembayaran dividen tersebut pada periode yang sedang berjalan.

Next Post Previous Post