SpaceX Elon Musk Pegang Bitcoin Rp9,6 Triliun Meski Rugi Rp80 Triliun dari xAI

 

SpaceX Elon Musk Pegang Bitcoin Rp9,6 Triliun Meski Rugi Rp80 Triliun dari xAI

SpaceX milik Elon Musk masih menyimpan aset Bitcoin senilai USD603 juta atau sekitar Rp9,6 triliun meskipun perusahaan ini mencatat kerugian hampir USD5 miliar di tahun 2025 akibat integrasi xAI. Perusahaan roket ini memegang 8.285 BTC yang disimpan di Coinbase Prime, tanpa perubahan signifikan dalam posisi tersebut. Keputusan ini menunjukkan keyakinan Musk terhadap Bitcoin sebagai aset treasury meski menghadapi tantangan finansial besar.

Latar Belakang Kerugian SpaceX

Tahun 2025, pendapatan SpaceX mencapai USD18,5 miliar, naik dari estimasi USD15-16 miliar sebelumnya, tapi biaya akuisisi xAI di Februari menyebabkan rugi bersih hampir USD5 miliar. Ini kontras dengan profit USD8 miliar di tahun sebelumnya. Integrasi AI venture Musk ini mendorong biaya melebihi pendapatan, meski bisnis utama tetap tumbuh.

Detail Kepemilikan Bitcoin

Arkham Intelligence melaporkan SpaceX punya 8.285 BTC senilai USD603 juta per April 2026, menjadikannya pemegang korporat Bitcoin terbesar keempat setelah Strategy, Marathon Digital, dan Riot Platforms. Transfer terakhir adalah rebalance internal empat bulan lalu (614 BTC dan 1.021 BTC), dengan stabilitas sejak pertengahan 2024 setelah puncak USD1,6 miliar di Oktober 2025. Sebelumnya, holding pernah capai 28.000 BTC di 2021, tapi dipangkas saat pasar bear 2022.

Implikasi Menuju IPO

SpaceX sedang menyiapkan IPO yang akan ungkap posisi Bitcoin secara publik untuk pertama kali, terkena aturan akuntansi FASB baru akhir 2025. Di tengah rugi USD5 miliar, mempertahankan aset volatil ini jadi pernyataan kuat soal strategi treasury Musk. Posisi ini stabil sejak pembelian terakhir Juni 2022, dengan transfer seperti 1.308 BTC di Juli 2025 hanya konsolidasi wallet.

Next Post Previous Post