Tempe Indonesia Mulai Masuki Pasar Chile lewat Kerja Sama Rp2,1 Miliar
Tempe Indonesia kini resmi masuk pasar Chile melalui kerja sama ekspor senilai sekitar Rp2,1 miliar. Langkah ini membuka peluang tempe sebagai produk pangan nabati dan fermentasi unggulan asal Indonesia di kawasan Amerika Latin.
Isi kerja sama ekspor
Kerja sama dilakukan antara PT Azaki Food International, produsen tempe Indonesia, dengan distributor Chile bernama OM SpA (OM Fermentos). Nilai kerja sama distribusi tempe ke Chile sekitar 125 ribu dolar AS atau setara Rp2,1 miliar, ditandatangani di kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago pada 1 April 2026.
Strategi penetrasi pasar
Chile diposisikan sebagai titik masuk (entry point) untuk memperluas distribusi tempe ke negara–negara Amerika Latin lainnya. ITPC Santiago memfasilitasi penjajakan bisnis dan berperan memperkuat distribusi, visibilitas merek, serta pengembangan jaringan mitra di tingkat lokal.
Peluang dan tren konsumsi
Data impor Chile menunjukkan negara itu mengimpor produk pangan bernilai lebih dari 8 miliar dolar AS per tahun, dengan permintaan yang meningkat terhadap makanan berbasis nabati dan fermentasi seperti tempe. Tren gaya hidup sehat dan pencarian alternatif protein nabati turut mendorong potensi pasar tempe di Chile dan kawasan Amerika Latin.
Peran kebijakan dan dukungan pemerintah
Kerja sama ini menjadi contoh pemanfaatan perjanjian dagang Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC‑CEPA) untuk mendorong ekspor produk lokal. Kementerian Perdagangan RI menyatakan akan terus mendukung pelaku usaha Indonesia agar lebih banyak produk tempe dan makanan nabati lainnya masuk ke pasar global.

