Utang Luar Negeri Indonesia Februari 2026 Tumbuh Tembus US$438 Miliar
Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2026 mencapai US$437,9 miliar, naik dari US$434,9 miliar pada Januari sebelumnya. Kenaikan ini setara dengan US$3 miliar atau sekitar Rp51 triliun (dengan kurs Rp17.100 per dolar AS), menunjukkan tren positif meski di tengah tekanan global. Pertumbuhan tahunan (yoy) tercatat 2,5%, tetap terjaga dengan rasio ULN terhadap PDB sebesar 29,8%.
Rincian ULN Pemerintah dan Swasta
ULN pemerintah mendominasi dengan US$215,9-216,3 miliar, tumbuh 5,5-5,6% yoy didorong penarikan pinjaman untuk program prioritas nasional. Sementara ULN swasta justru turun 0,7% yoy, mencerminkan kehati-hatian di sektor tersebut. Struktur ULN sehat karena 84,9% merupakan utang jangka panjang, meminimalkan risiko pembayaran jangka pendek.
Dampak Ekonomi dan Outlook
Kenaikan ULN ini mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan stabil di atas 5%, sejalan dengan kebijakan BI dalam mengoptimalkan pembiayaan eksternal. Bank Indonesia menegaskan posisi ULN tetap aman, dengan porsi utang luar negeri lebih kecil dibanding utang dalam negeri. Meski nilai tukar rupiah tertekan oleh penguatan dolar AS, BI terus pantau untuk menjaga stabilitas.

