vivo Y6t Resmi Meluncur: Snapdragon 4 Gen 2 dengan Baterai 6500 mAh
Spesifikasi Utama vivo Y6t
vivo Y6t ditenagai Snapdragon 4 Gen 2 (second‑gen Snapdragon 4) yang dibangun di proses 4 nm, sehingga menawarkan efisiensi daya yang lebih baik dan performa yang cukup untuk aktivitas harian seperti sosial media, streaming, hingga gaming ringan.
Perangkat ini tersedia dengan konfigurasi hingga 6 GB RAM dan 128 GB storage, yang tergolong cukup untuk kebutuhan multitasking dan menyimpan foto, video, serta aplikasi penting.
Di sisi daya, vivo mengandalkan baterai 6500 mAh yang klaimnya bisa bertahan seharian penuh bahkan untuk penggunaan moderat, plus dukungan fast charging 15W sehingga isi ulang tetap praktis di kelas harga ini.
Layar dan Desain
vivo Y6t mengusung layar IPS‑LCD 6,74 inci dengan resolusi HD+ (720p) dan refresh rate cukup standar, yang memastikan tampilan teks dan konten digital tetap nyaman dibaca di kondisi pencahayaan normal.
Desain bodinya ramping dan ringan, cocok untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan genggaman saat bermain mobile game atau menonton konten, dengan pilihan varian warna seperti Aurora Blue, Cloud White, dan Night Black yang memberikan kesan modern meski tetap minimalis.
Kamera dan Fitur Multimedia
Untuk kamera, vivo Y6t mengandalkan kamera utama 50 MP yang menawarkan detail foto cukup baik dalam kondisi pencahayaan normal, plus dukungan mode‑mode AI untuk memperbaiki kontras dan warna secara otomatis.
Kamera depan 8 MP juga cukup untuk kebutuhan video call, selfie, dan content creation ringan di media sosial, lengkap dengan efek dan fitur soft‑focus yang lazim di lini seri Y vivo.
Harga dan Ketersediaan
vivo Y6t saat ini sudah masuk sesi pre‑order di pasar Tiongkok, dengan harga mulai 1.299 RMB (sekitar Rp3 jutaan tergantung kurs) untuk varian dasar 6/128 GB.
Meski belum ada konfirmasi resmi kapan akan masuk Indonesia, pola peluncuran lini seri Y vivo beberapa tahun terakhir menunjukkan peluang kuat smartphone ini akan hadir di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan harga yang kompetitif dibanding kompetitor di kelas entry‑level 5G.

