Xiaomi Luncurkan AI MiMo‑V2.5 dan V2.5‑Pro
Xiaomi baru saja melepas model AI generasi terbaru, MiMo‑V2.5 dan MiMo‑V2.5‑Pro, sebagai model open‑weight (berat terbuka) yang diklaim selevel dengan model “frontier” seperti Claude Opus 4.6 dan Gemini 3.1 Pro, terutama untuk tugas‑tugas agensif berkonteks panjang. Kedua model ini dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, tapi juga untuk menjalankan proses multi‑step secara otonom, misalnya coding, pengujian, dan perbaikan sistem tanpa banyak intervensi manusia.
Apa itu MiMo‑V2.5 dan V2.5‑Pro?
MiMo‑V2.5 adalah model foundation multimodal asli Xiaomi yang mendukung teks, gambar, audio, dan video, dengan kemampuan pemahaman situasi yang lebih kompleks dibanding model teks‑only.
Versi standar: 310 miliar parameter total (sekitar 15 miliar aktif) dengan context window hingga 1 juta token.
Versi Pro: 1,02 triliun parameter total (sekitar 42 miliar aktif), dibuat khusus untuk beban kerja agensif berat dan pemrograman kompleks.
Kedua model ini menjalankan desain sparse Mixture‑of‑Experts (MoE) yang membuatnya tetap efisien saat jumlah parameter besar, sehingga bisa berjalan dengan biaya token yang lebih rendah dibanding model tertutup sekelasnya.
Klaim “frontier‑level agentic capability”
Xiaomi menyebut MiMo‑V2.5 sudah mencetak kinerja terbaik di benchmark agensif internal perusahaan, serta mendekati atau menyamai model seperti Claude Opus 4.6 dan GPT‑5.4 pada banyak tugas coding dan agensif.
Di MiMo Coding Bench, versi 310B mampu menyamai versi 1 triliun parameter dengan biaya sekitar separuhnya, menunjukkan efisiensi arsitektur MoE‑nya.
Di tugas gambar dan video, Xiaomi mengklaim performa MiMo‑V2.5 sejajar dengan model multimodal tertutup, meski masih tertinggal di beberapa aspek penalaran kompleks.
“Agentic capability” di sini berarti model bisa menjalankan serangkaian langkah otomatis (misalnya: baca dokumen, tulis kode, jalankan tes, perbaiki bug) tanpa bolak‑balik instruksi manual, mendekati pola agen AI yang bisa bekerja seperti asisten teknis profesional.
Model open‑weight dan lisensi MIT
Berbeda dengan model besar lainnya yang sebagian besar tertutup, Xiaomi melepas MiMo‑V2.5 dan MiMo‑V2.5‑Pro dengan bobot terbuka (open‑weight) dan dilisensikan di bawah MIT License, sehingga bisa dimodifikasi dan dipakai ulang dengan syarat cukup fleksibel.
Ini menempatkan Xiaomi sebagai salah satu vendor besar yang ikut “open‑source race” di ranah AI agensif, bersanding dengan model dari DeepSeek, Kimi, dan lainnya.
Namun, kebutuhan komputasi masih sangat tinggi: Xiaomi menyebut bahwa untuk menjalankan versi penuh lokal dibutuhkan perangkat kelas studio seperti Mac Studio kelas tinggi, sementara GPU gamer konsumen (termasuk RTX 5090) tidak memiliki cukup VRAM.
Cara menggunakan dan akses model
Untuk pengembang dan pengguna umum, Xiaomi menyediakan beberapa jalur akses:
Unduh model langsung dari platform seperti Hugging Face untuk dijalankan di lingkungan lokal dengan infrastruktur yang memadai.
Gunakan melalui API resmi Xiaomi yang menawarkan model dengan harga per token yang kompetitif, terutama untuk use‑case agensif seperti coding otomatis dan workflow otomasi.
Xiaomi juga menyediakan platform AI Studio (meski dalam beberapa laporan belum stabil), yang memungkinkan percobaan dan integrasi model tanpa deploy sendiri.
Bagi pengembang, kehadiran MiMo‑V2.5 dan V2.5‑Pro memberi alternatif model agensif berkonteks panjang dengan biaya lebih rendah, tetapi skala adopsi masih akan tergantung pada stabilitas API, dukungan dokumentasi, serta kebijakan regulasi dan keamanan data di masing‑masing perusahaan.

