6 Cara Mengatasi Mimisan pada Anak yang Harus Orang Tua Tahu

6 Cara Mengatasi Mimisan pada Anak yang Harus Orang Tua Tahu
Mimisan (epistaksis) pada anak adalah kondisi umum yang terjadi karena pembuluh darah kapiler di hidung yang masih tipis dan mudah pecah. Meskipun sering membuat orang tua panik, mimisan biasanya tidak berbahaya dan dapat ditangani sendiri di rumah dengan langkah-langkah yang tepat.

6 Cara Mengatasi Mimisan pada Anak

1. Tenangkan Anak Terlebih Dahulu

Kepanikan dapat meningkatkan tekanan darah anak dan membuat perdarahan semakin parah. Tunjukkan sikap tenang di hadapan anak agar ia merasa aman dan lebih mudah diajak bekerja sama dalam penanganan.

2. Dudukkan Anak Tegak dengan Kepala Menunduk ke Depan

Minta anak duduk tegak sambil sedikit mencondongkan badan ke depan. Posisi ini membuat darah yang keluar melambat dan mencegah darah mengalir ke tenggorokan yang berisiko tertelan, menyebabkan mual, batuk, atau tersedak.

Penting: Jangan pernah menengadahkan kepala anak ke belakang karena ini justru berbahaya.

3. Jepit Cuping Hidung Selama 10-15 Menit

Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menjepit cuping hidung (bagian lunak di bawah tulang hidung) selama 10-15 menit tanpa dilepas. Selama menjepit, minta anak bernapas melalui mulut. Setelah waktu berlalu, lepaskan perlahan dan cek apakah perdarahan sudah berhenti. Jika masih berdarah, ulangi penjepitan selama 10 menit lagi.

4. Kompres Dingin di Pangkal Hidung

Tempelkan kompres dingin (es batu yang dibungkus kain atau handuk) di pangkal hidung atau bagian belakang leher selama sekitar 10 menit. Kompres dingin membantu menyempitkan pembuluh darah dan menghentikan perdarahan lebih cepat.

5. Hindari Memasukkan Benda ke Dalam Hidung

Jangan pernah memasukkan tisu, kapas, atau benda asing lainnya ke dalam lubang hidung untuk menghentikan pendarahan. Hal ini justru dapatMelukai jaringan hidung lebih parah dan menyebabkan perdarahan berlanjut.

6. Beri Perawatan Pasca-Mimisan

Setelah perdarahan berhenti:

Minta anak istirahat sejenak dan hindari aktivitas berat

Ingatkan anak untuk tidak mengorek, menggosok, atau membuang ingus terlalu kencang selama beberapa jam

Hindari anak bersin berlebihan selama 24 jam

Jika mimisan disebabkan udara kering, dapat menggunakan uap air panas dengan menghirup uap dari wadah berisi air panas untuk melembabkan hidung

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika:

Mimisan tidak berhenti setelah 20-30 menit penanganan di rumah

Mimisan terjadi karena kecelakaan atau cedera kepala

Anak sering mimisan (lebih dari sekali seminggu)

Anak tampak lemas, pucat, atau kesulitan bernapas

Ada dugaan benda asing masuk ke hidung

Mimisan pada anak umumnya paling sering terjadi di usia 3-10 tahun dan biasanya disebabkan udara kering, kebiasaan mengorek hidung, atau alergi. Dengan memahami cara penanganan yang tepat, orang tua dapat lebih siap menghadapi situasi ini tanpa panik berlebihan.


Next Post Previous Post