Apple Akan Tambahkan Dukungan Google Cast ke iOS 27, Laporan Baru Mengatakan
Apple dilaporkan akan menambahkan dukungan natif untuk Google Cast ke dalam sistem operasi iOS 27, menandai perubahan signifikan dalam ekosistem streaming nirkabel perusahaan yang sebelumnya sangat tertutup. Keputusan ini kemungkinan besar didorong oleh tekanan regulasi dari Uni Eropa.
Bloomberg, melalui reporter Mark Gurman di newsletter "Power On", melaporkan bahwa Apple sedang membangun dukungan untuk "alternatif streaming AirPlay pihak ketiga" di iOS 27, dengan Google Cast disebut secara eksplisit sebagai fokus utama.
"Apple, yang ingin memenuhi persyaratan terbaru UU Digital Markets Act Uni Eropa, sedang membangun dukungan ke iOS 27 untuk alternatif streaming AirPlay pihak ketiga..." — Mark Gurman, Bloomberg
Apa yang Berubah?
Pengguna iPhone dapat memilih Google Cast sebagai solusi default untuk mengirim video, foto, dan audio ke speaker atau TV
Dukungan ini akan bekerja di tingkat sistem, bukan hanya melalui aplikasi tertentu
Fitur ini terutama ditujukan untuk pengguna dengan smart TV atau speaker berbasis Google.
Keterbatasan yang Mungkin Ada
Meskipun beritanya bagus, ada beberapa catatan penting:
Mungkin Hanya untuk EU — Fitur ini kemungkinan besar hanya tersedia untuk iPhone di negara-negara anggota Uni Eropa
Belum Ada Konfirmasi Resmi — Apple belum mengonfirmasi secara resmi, konfirmasi diharapkan di keynote WWDC Juni 2026
Waktu Rils Tidak Pasti — Bisa muncul bersama iOS 27 di September, atau sebagai updateincremental setelahnya.
Mengapa Ini Penting?
Google Cast saat ini adalah standar casting yang paling banyak digunakan secara global, sehingga pembukaan ini akan sangat menguntungkan pengguna yang memiliki perangkat Google Cast:
Pengguna Android-iPhone mix: Lebih mudah streaming dari iPhone ke TV/speaker Google Cast
Kurangi friksi: Tidak perlu aplikasi pihak ketiga untuk casting
Persaingan sehat: Membuka pasar dari monopoli AirPlay.
Ini menandai terobosan besar dalam strategi "walled garden" Apple dan menunjukkan bagaimana regulasi pemerintah dapat memaksa perusahaan teknologi besar membuka ekosistem mereka. Untuk pengguna Indonesia, fitur ini mungkin tidak tersedia langsung kecualiApple memutuskan untuk meluasinya ke luar Uni Eropa.

