Bank Indonesia Buka Penempatan DHE SDA dalam Yuan China

Bank Indonesia Buka Penempatan DHE SDA dalam Yuan China

Bank Indonesia (BI) memperluas instrumen penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dengan memungkinkan penggunaan mata uang non–dolar AS, termasuk yuan China (CNY), di perbankan dalam negeri. Kebijakan ini sejalan dengan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 tentang tata kelola ekspor SDA strategis, yang wajib mulai berlaku 1 Juni 2026.

Perluasan Mata Uang Penempatan DHE SDA

Sebelumnya, penempatan DHE SDA di Himbara (himpunan bank BUMN) didominasi dolar AS. Kini BI membuka opsi bagi eksportir untuk menempatkan sebagian DHE SDA dalam bentuk mata uang lain, seperti yuan China, di rekening khusus dalam sistem perbankan Indonesia. 

Instrumen yang digunakan adalah term deposit valuta asing (TD Valas) dengan tenor hingga 12 bulan, baik dari eksportir ke bank maupun dari bank ke BI.

Target dan Wajib Penempatan

Pemerintah mewajibkan eksportir SDA menempatkan minimal 30% DHE SDA sektor nonmigas dan 100% subsektor migas di rekening khusus di Himbara. 

Dana tersebut wajib disimpan di Indonesia dalam periode tiga bulan untuk sektor migas dan 12 bulan untuk sektor nonmigas. Dengan aturan ini, dana DHE SDA diharapkan lebih lama berada di pasar domestik dan mendukung likuiditas serta stabilitas nilai tukar.

Alasan BI Dorong Penggunaan Yuan

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut perluasan mata uang penempatan DHE SDA sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar valas domestik dan mendorong penggunaan mata uang local currency settlement (LCS) Indonesia–China. 

Transaksi yuan di Indonesia telah berkembang pesat, termasuk dalam skema spot, swap, dan forward, sehingga eksportir yang menerima pembayaran dalam yuan dapat langsung menempatkannya di bank lokal tanpa harus mengonversi dulu ke dolar AS.

Dampak bagi Eksportir dan Pasar Keuangan

Bagi eksportir, kebijakan ini memberikan fleksibilitas mengelola dana ekspor sesuai komposisi mata uang yang diterima dari mitra dagang, khususnya dengan China sebagai mitra utama perdagangan SDA. Di sisi makro, diversifikasi valas penempatan DHE SDA diharapkan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat peran yuan sebagai mata uang perdagangan internasional dalam sistem keuangan Indonesia.

 

Next Post Previous Post