Belanja Negara Melonjak Pacu Defisit APBN Rp240,1 Triliun Maret 2026
Defisit APBN Indonesia hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun, atau 0,93% terhadap PDB, disebabkan oleh lonjakan belanja negara yang melebihi pertumbuhan pendapatan. Angka ini melonjak 140,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (Rp99,8 triliun).
Penyebab Utama
Belanja negara terealisasi Rp815 triliun, tumbuh 31,4% secara tahunan (yoy) dari Rp620,3 triliun pada Maret 2025, sebagai bagian dari percepatan anggaran awal tahun. Pendapatan negara hanya Rp574,9 triliun, naik lebih lambat 10,5% yoy, terutama dari pajak. Penyerapan anggaran kuartal I mencapai 21,2%, di atas rata-rata historis 17%.
Dampak Ekonomi
Pemerintah menyatakan defisit ini dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sebagai peredam gejolak global, dengan fokus akselerasi belanja. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN tetap terkendali meski defisit membesar. Tingkat defisit relatif rendah dibanding target tahunan.

