Bitcoin Naik 12% di April, MSTR Alami Kenaikan Bulanan Pertama Sejak Juli

Bitcoin Naik 12% di April, MSTR Alami Kenaikan Bulanan Pertama Sejak Juli

Bitcoin (BTC) berhasil menutup bulan April dengan kenaikan sekitar 12%, setelah sempat dibayangi ketegangan geopolitik dan sentimen pasar yang bercampur‑aduk.

Ini menjadi salah satu dari hanya dua bulan beruntung sejak September 2025, sekaligus menandai langkah awal yang menguatkan harapan akan kembalinya tren bullish di kripto.

Geopolitik Panas, Harga Bitcoin Tetap Tangguh

Bitcoin Naik 12% di April, MSTR Alami Kenaikan Bulanan Pertama Sejak Juli
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Di tengah kenaikan harga minyak mentah AS yang mencapai kisaran 110–120 dolar per barel, pasar keuangan global dibuat tidak tenang oleh eskalasi konflik Timur Tengah.

Pemerintah AS, di bawah Presiden Donald Trump, tengah mempertimbangkan serangkaian serangan “
pendek namun kuat” terhadap infrastruktur Iran, termasuk potensi operasi di Selat Hormuz dan upaya pengamanan stok uranium terkaya Iran.

Meski pasar prediksi (prediction market) menunjukkan peluang diplomasi AS–Iran yang semakin kecil, Bitcoin tetap mampu menahan guncangan dan bahkan menguat.

Kenaikan ini didorong oleh inflow ke ETF spot Bitcoin AS, aktivitas trading derivatif ber‑leverage, serta akumulasi agresif dari perusahaan strategis seperti Strategy (mantan MicroStrategy).

Strategy (MSTR) Borong 4,1 Miliar Dolar Bitcoin

Strategy menambahkan sekitar 4,13 miliar dolar nilai Bitcoin dalam empat kali pembelian besar di sepanjang April 2026.

Langkah ini memperkuat posisi perusahaan sebagai holder BTC institusional terbesar, sekaligus membuat harga sahamnya, MSTR, melonjak sekitar 32% sepanjang bulan.

Geliat MSTR ini menjadi bulan pertama yang positif sejak Juli 2025, memutus rentetan sembilan bulan beruntun merah dan memperkuat narasi bahwa harga Bitcoin memiliki daya tahan tinggi di tengah volatilitas makro‑ekonomi.

Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin berada di sekitar 77.350 dolar, dengan kenaikan harian sekitar 1,9% menurut data CoinGecko.

Apakah Rally Ini Benar‑Benar Kuat?

Di balik angka kenaikan, ada catatan penting: CryptoQuant menyoroti bahwa metrik “demand” on‑chain masih berada dalam fase kontraksi sepanjang April.

Ini berarti, kenaikan harga mungkin lebih banyak didorong oleh spekulasi dan strategi trading “cash‑and‑carry”, bukan oleh permintaan spot yang kuat.

Dalam strategi cash‑and‑carry, institusi membeli ETF spot Bitcoin sekaligus short futures di CME untuk mengambil untung dari selisih harga, tanpa perlu punya keyakinan jangka panjang terhadap kripto.

Menurut analis, fenomena ini menunjukkan bahwa ETF inflow bisa menyamarkan lemahnya keyakinan spot, sehingga kenaikan harga belum tentu sepenuhnya “sehat” secara fundamental.

Institusi Masih Ragu, Tapi Tren Makro Positif

Meski demikian, beberapa analis melihat ada tanda‑tanda yang lebih optimistis.

Kepala analis CEX.IO, misalnya, menilai bahwa regulasi Bitcoin makin jelas dan dukungan institusional terus meningkat, meski tidak semua institusi benar‑benar percaya pada kenaikan jangka panjang.

Ketika dikombinasikan dengan akumulasi berkelanjutan dari Strategy, beberapa pakar memandang rally ini sebagai ciri awal bull market baru, meski masih rapuh dan rentan terhadap volatilitas.

Apa yang Harus Diwaspadai Investor?

Bagi investor retail, tren April 2026 menunjukkan bahwa:

Bitcoin tetap sensitif terhadap faktor makro dan geopolitik, namun kini punya “paru‑paru” baru berupa ETF dan institusi besar.

Kenaikan harga tidak selalu berarti permintaan kuat; penting melihat on‑chain data seperti demand, kapitalisasi jangka panjang, dan pola arus ETF.

Jika inflow ETF dan akumulasi institusional terus berlanjut, ada potensi tren bullish berkelanjutan; tetapi jika demand on‑chain tetap lemah, kenaikan bisa berubah menjadi koreksi tajam saat sentimen pasar memburuk.

Next Post Previous Post