BTN Salurkan KPR Subsidi untuk 6 Juta Unit Rumah

BTN Salurkan KPR Subsidi untuk 6 Juta Unit Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan capaian signifikan dalam program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Hingga April 2026, bank pelat merah tersebut telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 6 juta unit, sebagian besar menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan keluarga prasejahtera.

Capaian 6 juta akad KPR dalam hampir 5 dekade

BTN menyebut 6 juta unit KPR itu menjadi tonggak penting sejak hampir lima dekade berjalannya program perumahan bersubsidi. Dari total tersebut, sebagian besar merupakan KPR subsidi yang disalurkan kepada masyarakat kategori desil 3 (hampir miskin) dan kelompok berpenghasilan rendah yang terdaftar dalam ekosistem FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Nilai total penyaluran KPR BTN mencapai sekitar Rp30 triliun, termasuk segmen KPR subsidi dan nonsubsidi. Di segmen subsidi, BTN telah menyalurkan kredit lebih dari Rp193 triliun per kuartal I/2026, menunjukkan peran strategis bank ini sebagai mitra utama pembiayaan perumahan nasional.

Fokus pada MBR dan percepatan sektor properti

Direksi BTN menekankan bahwa program ini tetap berfokus pada peningkatan akses rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. KPR subsidi yang disalurkan membantu keluarga Indonesia dengan skema uang muka ringan, suku bunga rendah, dan tenor jangka panjang, sehingga beban cicilan lebih terjangkau.

Dengan sekitar 6 juta unit rumah yang telah difasilitasi, BTN memperkirakan manfaatnya menyentuh puluhan juta jiwa yang mendiami rumah tersebut. Bank ini juga terus memperkuat sinergi dengan pengembang, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan lain untuk memperluas jaringan pembiayaan perumahan di seluruh wilayah Indonesia.

Target 240.000 unit KPR di 2026

Memasuki 2026, BTN menargetkan penyaluran KPR sekitar 240.000 unit dengan fokus pada penguatan digitalisasi layanan, inovasi produk kredit, dan perluasan akses pembiayaan ke daerah luar kota besar. Transformasi digital seperti aplikasi mobile, pengajuan online, dan sistem antrian akad digital menjadi ujung tombak untuk mempercepat proses akad dan distribusi KPR subsidi.

Di sisi lain, BTN juga terus memperluas ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) yang sudah menyalurkan kredit sekitar Rp2,17 triliun hingga Maret 2026, serta mendukung sektor UMKM dengan penyaluran KUR mencapai Rp2,72 triliun pada periode yang sama.

Dampak ekonomi dan sosial

Dengan memfasilitasi jutaan kepemilikan rumah, BTN tidak hanya membantu mewujudkan mimpi milik rumah tapak tetapi juga mendorong stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pembangunan rumah hunian baru mendorong aktivitas konstruksi, material bangunan, dan jasa lain, serta menyerap tenaga kerja di berbagai lapisan ekonomi.

Bagi pembaca yang ingin mengajukan KPR subsidi, BTN meminta agar masyarakat memastikan data sudah terdaftar dalam database FLPP, memilih developer yang bekerja sama dengan bank, dan memanfaatkan kanal digital untuk mempercepat proses aplikasi dan pengecekan status pembiayaan.

Next Post Previous Post