Efek Sell in May: IHSG Rentan Koreksi di Mei 2026
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Penyebab Pelemahan IHSG
Pelemahan IHSG April disebabkan faktor teknikal dan sentimen negatif seperti depresiasi rupiah terhadap dolar AS serta premi risiko tinggi dari investor asing. Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyoroti pelemahan rupiah sebagai pendorong utama kinerja berat IHSG. Selain itu, konflik geopolitik AS-Iran dan penundaan review MSCI hingga Juni 2026 memicu outflow dana asing dari saham blue chip.
Historis Sell in May
Fenomena "Sell in May and Go Away" menggambarkan kecenderungan pasar melambat di pertengahan tahun, dengan probabilitas penurunan IHSG di Mei mencapai 67% dari 2017-2026. Hanya 3 dari 9 tahun terakhir IHSG positif di bulan ini, dengan rata-rata kinerja minus 0,67% dalam 10 tahun (2016-2025). Analis BRIDS, Chory Agung Ramdhani, menyebut Mei menawarkan peluang trading selektif meski win rate rendah.
Proyeksi Teknis dan Faktor Positif
Secara teknikal, support IHSG di 6.900-7.000; bertahan bisa rebound ke 7.200-7.300, tapi tekanan jual global berpotensi perpanjang fase bearish. Faktor positif termasuk dividen emiten seperti ASII dan PGEO, laporan keuangan Q1 solid (AGII, IMPC, perbankan), serta stabilnya komoditas CPO dan batubara. Proyeksi akhir semester I: 6.850-7.200.
Rekomendasi Saham Investor
Investor disarankan selective buying di saham berpendapatan dolar AS, consumer, telco, dan komoditas.
|
Analis/Sekuritas |
Rekomendasi Beli (Target
Harga) |
|
Samuel Sekuritas (Harry Su) |
BBCA (Rp8.600), BMRI (Rp5.700), ICBP (Rp11.000), ISAT (Rp2.700), ANTM
(Rp4.600), TINS (Rp7.000), BKSL (Rp200), DEWA (Rp800), RAJA (Rp7.000), WIFI
(Rp5.200) |
|
Mirae Asset (Rully) |
DEWA (Rp800), BRMS (Rp1.100), JPFA (Rp3.750), CMRY (Rp7.100) |
|
BRIDS (Chory) |
MDKA, RAJA, ACES, INCO, TKIM (probabilitas naik >60%) |
Strategi optimal: akumulasi bertahap untuk hadapi volatilitas tinggi.

