Gojek Setop Skema Langganan GoRide Hemat

Gojek Setop Skema Langganan GoRide Hemat

Gojek resmi menghentikan skema langganan untuk layanan GoRide Hemat, dan ke depan layanan itu akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen seperti GoRide reguler. Perubahan ini disebut akan berdampak pada penyesuaian harga konsumen, tetapi kenaikannya diklaim sangat terbatas.

Isi Perubahan Kebijakan

Keputusan ini diambil setelah evaluasi internal terhadap skema langganan yang sebelumnya berlaku bagi mitra pengemudi. GoTo menyebut hasil kajian menunjukkan skema tersebut perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi.

Dengan kebijakan baru ini, potongan platform untuk GoRide Hemat disamakan dengan GoRide reguler, yakni 8 persen per perjalanan. Artinya, model berlangganan yang semula digunakan untuk layanan hemat tidak lagi dipakai.

Dampak Ke Pengguna

Dampak langsung bagi pengguna ada pada layanan GoRide Hemat, karena tarif berpotensi mengalami penyesuaian. Namun, perusahaan menegaskan penyesuaian dilakukan secara terukur dan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Untuk pengguna umum, layanan GoRide reguler disebut tidak mengalami perubahan besar dalam skema potongan. Karena itu, efek paling terasa kemungkinan ada pada pilihan tarif hemat yang selama ini lebih murah dibanding layanan reguler.

Alasan Di Balik Keputusan

GoTo menyampaikan bahwa keputusan tersebut muncul setelah mendengar masukan dari mitra pengemudi dan melakukan kajian mendalam. Perusahaan menilai model baru perlu dibuat agar lebih seimbang bagi kesejahteraan pengemudi.

Beberapa laporan media juga menyebut kebijakan ini berkaitan dengan penyesuaian terhadap aturan pemerintah yang mendorong potongan komisi ojol di bawah 10 persen. Dalam konteks itu, GoTo memilih menyamakan skema GoRide Hemat dengan GoRide reguler.

Next Post Previous Post