Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP: Sinyal Positif untuk Sektor Sawit

Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP: Sinyal Positif untuk Sektor Sawit

Investor legendaris Lo Kheng Hong, yang dikenal sebagai "Warren Buffett-nya Indonesia", kembali menjadi sorotan setelah terungkap memborong saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), emiten perkebunan kelapa sawit terbesar di negeri ini. 

Aksi senyap Lo Kheng Hong ini tidak hanya mengguncang pasar saham, tapi juga menjadi sinyal positif bagi sektor perkebunan kelapa sawit yang tengah mengalami tren pemulihan.

Aksi Borong Saham SIMP

Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP: Sinyal Positif untuk Sektor Sawit
(Foto Saham SIMP dari Aplikasi Stockbit)
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 24 Juni 2025, Lo Kheng Hong tercatat menguasai 778,85 juta saham SIMP, setara dengan 5,02% saham beredar. Dengan harga penutupan saham SIMP di level Rp460 per unit, nilai investasi Lo Kheng Hong mencapai sekitar Rp358,27 miliar. Aksi ini membuat Lo Kheng Hong resmi muncul sebagai pemegang saham utama baru di atas ambang 5% di perusahaan sawit milik Grup Salim ini.

Alasan di Balik Aksi Borong

Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa valuasi perusahaan sawit Grup Salim masih jauh di bawah nilai intrinsiknya. Dengan kinerja keuangan yang stabil dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, Lo Kheng Hong melihat SIMP sebagai "harta karun tersembunyi" di pasar saham. 

Selain itu, sektor sawit kini tengah mengalami pemulihan dan tren positif, dengan harga CPO (Crude Palm Oil) yang stabil dan permintaan global yang terus meningkat.

Potensi Dividen dan Imbal Hasil

Aksi senyap Lo Kheng Hong ini juga berpotensi membawa keuntungan besar bagi investor. Dengan kepemilikan 5,02% saham SIMP, Lo Kheng Hong berpotensi meraup dividen sekitar Rp15,58 miliar. Selain itu, dengan tren pemulihan sektor sawit dan pencapaian SIMP sebagai emiten sawit terbesar di Indonesia, potensi kenaikan harga saham juga sangat menjanjikan.

Dampak Terhadap Sektor Sawit

Aksi Lo Kheng Hong tidak hanya berdampak pada SIMP, tapi juga menjadi sinyal positif bagi seluruh sektor perkebunan kelapa sawit. Investor kawakan ini menilai bahwa sektor sawit kini lebih prospektif dibandingkan sebelumnya, dengan manajemen yang lebih baik, efisiensi operasional yang meningkat, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. 

Dampak ini juga terlihat pada harga saham emiten sawit lainnya yang ikut mengalami kenaikan seiring dengan aksi Lo Kheng Hong.

 

Next Post Previous Post