Pedagang Siasati Lonjakan Harga Plastik
Lonjakan harga plastik mencapai 40-100% akibat konflik Timur Tengah dan gangguan pasokan minyak global membuat pedagang kecil terjepit. Pedagang di berbagai pasar Indonesia seperti Jakarta dan Makassar mengeluhkan margin keuntungan yang menipis, dengan harga plastik naik hingga tiga kali lipat.
Penyebab Lonjakan Harga
Konflik di Selat Hormuz mengganggu pasokan nafta, bahan baku plastik dari minyak mentah, sehingga harga melonjak sejak Maret 2026. Kenaikan ini terasa jelang Lebaran, memengaruhi UMKM di sektor makanan-minuman yang bergantung pada kemasan plastik.
Strategi Pedagang Bertahan
Pedagang menerapkan siasat seperti menaikkan harga jual secara bertahap atau memangkas margin keuntungan untuk menjaga pembeli tetap datang. Beberapa pedagang di Pasar Lenteng Agung dan Pondok Labu memilih menahan stok atau beralih ke kemasan alternatif sementara, meski pembeli sepi.
Dampak pada UMKM
Ekonom UGM memperingatkan kenaikan harga plastik menggerus pendapatan UMKM hingga 50%, mendorong desakan kebijakan pemerintah seperti subsidi bahan baku. Di Makassar, pedagang melaporkan daya beli menurun, memaksa penyesuaian operasional harian.

