Pemerintah Dorong Timbunan Sampah di TPA Jadi BBM Lewat Pirolisis
Pemerintah mempercepat pengolahan timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan teknologi pirolisis. Program ini disebut sebagai langkah baru untuk mengurangi gunungan sampah yang selama ini menumpuk di sejumlah daerah besar di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pengolahan sampah kali ini tidak hanya berfokus pada sampah baru yang diubah menjadi listrik, tetapi juga timbunan sampah lama yang sudah menggunung di TPA. Menurut dia, pemerintah ingin mengubah masalah sampah menjadi sumber energi yang lebih bernilai.
Dalam skema baru ini, pemerintah melibatkan berbagai lembaga, termasuk BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, hingga TNI. Zulkifli menyebut ada enam lokasi yang disiapkan untuk proyek tersebut, di antaranya Bantargebang, Bandung, dan Bali.
Teknologi pirolisis menjadi andalan dalam program ini. Proses tersebut memanfaatkan pemanasan suhu tinggi untuk mengurai material organik dan mengubahnya menjadi BBM terbarukan. Pemerintah menilai pendekatan ini bisa membantu menyelesaikan masalah timbunan sampah yang selama ini membebani TPA besar seperti Bantargebang.
Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya menegaskan beban sampah di Bantargebang sudah mencapai 8.000 ton per hari. Pemerintah juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah agar organik diselesaikan di tingkat kota, sementara yang masuk ke TPA ke depan hanya residu dan anorganik.
Arah Kebijakan Sampah
Rencana pengolahan sampah menjadi BBM ini sejalan dengan percepatan program pengelolaan sampah nasional yang didorong pemerintah. Targetnya, proyek pengolahan sampah berbasis energi bisa berjalan bertahap hingga 2028, dengan separuh proyek ditargetkan rampung pada 2027.
Langkah ini juga menunjukkan perubahan pendekatan dari sekadar membuang sampah ke TPA menjadi memanfaatkannya sebagai sumber energi. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan penumpukan sampah sekaligus mendukung transisi energi.

