Pertamina Bidik 4 Miliar Barel Minyak di Lapangan Minas
PT Pertamina (Persero) membidik potensi minyak hingga 4 miliar barel di Lapangan Minas, Riau, melalui penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR), khususnya chemical EOR. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pertamina memaksimalkan produksi dari lapangan-lapangan tua demi memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Oki Muraza menyebut proyek percontohan chemical EOR di Minas telah menunjukkan hasil yang positif. Karena itu, Pertamina melihat masih ada peluang besar untuk mengangkat cadangan minyak yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
Fokus pada Lapangan Tua
Lapangan Minas merupakan salah satu lapangan minyak tua paling penting di Indonesia dan sudah lama menjadi tulang punggung produksi migas nasional. Meski produksinya telah berlangsung puluhan tahun, lapangan ini masih menyimpan potensi besar yang bisa dioptimalkan lewat teknologi baru.
Berdasarkan catatan industri, saat pertama kali ditemukan, potensi minyak di Lapangan Minas mencapai sekitar 9 miliar barel. Kini, masih ada sekitar 4 miliar barel yang tersisa dan menjadi target pengembangan Pertamina melalui EOR.
Cara Pertamina Genjot Produksi
Pertamina tidak hanya mengandalkan pengeboran konvensional, tetapi juga mendorong penerapan chemical EOR untuk meningkatkan perolehan minyak dari reservoir yang sudah tua. Teknologi ini dinilai penting karena mampu menambah produksi dari lapangan yang sebelumnya sudah menunjukkan penurunan alami.
Pada proyek CEOR di Minas Area A, tambahan produksi yang ditargetkan mencapai 2.800 barel per hari. Produksi tambahan itu diproyeksikan mulai terasa setelah proses injeksi berjalan selama beberapa bulan.
Signifikansi bagi Energi Nasional
Upaya mengoptimalkan Lapangan Minas menjadi relevan di tengah kebutuhan Indonesia untuk menjaga produksi minyak domestik. Pertamina sebelumnya juga menargetkan tambahan produksi dari lapangan tua secara nasional agar bisa menyumbang lebih dari 100 ribu barel per hari.
Dengan potensi 4 miliar barel yang masih tersisa di Minas, proyek ini bukan hanya penting bagi Pertamina, tetapi juga bagi strategi jangka panjang Indonesia dalam mempertahankan pasokan energi dalam negeri.

