PGN Gagas Dukung Konversi CNG untuk Tekan Impor LPG

PGN Gagas Dukung Konversi CNG untuk Tekan Impor LPG

PT Gagas Energi Indonesia atau PGN Gagas menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai salah satu alternatif energi nasional. Inisiatif ini dinilai dapat membantu menekan ketergantungan Indonesia pada impor liquefied petroleum gas (LPG) sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi domestik.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, mengatakan CNG merupakan solusi konkret untuk menyediakan energi yang lebih andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. Ia menegaskan bahwa pengembangan CNG sejalan dengan arah kebijakan energi pemerintah yang mendorong diversifikasi pasokan.

Pengembangan Bertahap

Menurut Santiaji, CNG tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh sumber energi yang ada, melainkan menambah pilihan energi bagi masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu, pengembangannya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keekonomian, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan pasar di lapangan.

PGN Gagas juga menyatakan siap berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan lain untuk mengkaji aspek teknis, distribusi, hingga edukasi ke masyarakat. Perusahaan menilai dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor penting agar pengembangan CNG bisa berjalan optimal.

Infrastruktur Sudah Siap

PGN Gagas mengklaim tidak memulai pengembangan ini dari nol karena telah membangun fondasi infrastruktur selama lebih dari satu dekade. Saat ini, perusahaan mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di tujuh provinsi, dengan layanan kendaraan gas “Gasku” yang melayani rata-rata sekitar 2.200 kendaraan per hari.

Di luar sektor transportasi, layanan “Gaslink” juga menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, Gaslink melayani lebih dari 600 pelanggan di sektor industri, komersial, dan UMKM dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU. Dalam laporan lain, PGN Gagas juga disebut memiliki dukungan armada dan infrastruktur seperti Gas Transport Module (GTM) untuk memperkuat distribusi CNG secara bertahap.

Dorong Energi Domestik

Langkah PGN Gagas ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memanfaatkan energi domestik secara lebih maksimal. CNG dipandang sebagai opsi yang bisa membantu memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di tengah tingginya kebutuhan LPG yang masih banyak dipenuhi dari impor.

Selain untuk industri dan komersial, CNG juga disebut berpotensi mendukung sektor transportasi dan kebutuhan energi lainnya secara lebih efisien. Dengan pasokan gas bumi yang terintegrasi dalam jaringan PGN, CNG dinilai punya modal kuat untuk berkembang sebagai bagian dari ekosistem energi nasional.

 

Next Post Previous Post