Rencana IFC di Bali Jadi Pusat Keuangan Global

Rencana IFC di Bali Jadi Pusat Keuangan Global

Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan pembangunan Indonesia Financial Center (IFC) di Bali sebagai pusat keuangan internasional untuk menarik investasi global. Kunjungan tinjauan oleh Menteri Investasi Rosan Roeslani menekankan kesiapan lahan, infrastruktur, dan regulasi.

Tinjauan Lokasi dan Persiapan

Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, meninjau opsi lokasi IFC di Bali pada 3 Mei 2026 untuk memastikan selarasnya berbagai aspek pendukung. IFC dirancang sebagai ekosistem terpadu dengan business hub dan knowledge district guna dorong inovasi serta kolaborasi lintas sektor. Proyek ini diharapkan perkuat posisi Indonesia di peta ekonomi dunia dengan menarik arus investasi asing.

Latar Belakang dan Dukungan Pemerintah

Rencana ini bermula dari instruksi Kemenko Perekonomian di bawah Airlangga Hartarto, yang melihat Bali menarik karena perubahan geopolitik global. Pada April 2026, regulasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan sedang dimatangkan, dengan pengelolaan non-pemerintah tapi terbuka untuk Danantara. Pemerintah juga berencana bentuk satgas dan badan otoritas khusus untuk percepat realisasi IFC.

Fasilitas dan Manfaat Ekonomi

Lokasi potensial seperti KEK Kura-Kura Bali akan dilengkapi fasilitas seperti Global Blended Finance Alliance, institusi pendidikan bisnis, dan jalur investasi unggulan. Proyek ini bukan hanya pusat bisnis, tapi juga dorong pengembangan talenta dan inovasi. Targetnya, IFC siap beroperasi dalam waktu singkat untuk tarik dana asing dan tingkatkan daya saing Indonesia.

Aspek

Deskripsi

Manfaat Utama

Lahan & Infrastruktur

Tinjauan kesiapan di Bali

Dukung operasional lancar

Regulasi

KEK sektor keuangan sedang disiapkan

Insentif pajak ramah investor

Pengelolaan

Satgas & otoritas khusus

Percepat pembangunan

Ekosistem

Business hub + knowledge district

Inovasi & talenta global


Next Post Previous Post