Restrukturisasi Kepemilikan Super Bank: Singtel Alpha Lepas 7,36% Saham ke GXS Bank
Struktur kepemilikan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mengalami perubahan signifikan setelah Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. melepas seluruh kepemilikannya pada 29 Mei 2026. Penjualan ini bukan tanda masalah, melainkan bagian dari internal restructuring perusahaan.
Detail Transaksi Penjualan Singtel Alpha
|
Aspek |
Keterangan |
|
Jumlah saham dijual |
2,49 miliar saham SUPA |
|
Persentase kepemilikan |
7,36% hak suara |
|
Harga transaksi |
Rp326 per saham |
|
Total nilai transaksi |
Sekitar Rp811,74 miliar |
|
Kepemilikan setelah transaksi |
Nihil (0%) |
Siapa yang Membeli? GXS Bank Borong Saham
Di hari yang sama, GXS Bank Pte. Ltd. melakukan pembelian besar-besaran:
|
Aspek |
Keterangan |
|
Jumlah saham dibeli |
2,44 miliar saham |
|
Harga pembelian |
Rp327 per saham |
|
Kepemilikan sebelum |
3,53 miliar saham (10,44%) |
|
Kepemilikan setelah |
5,98 miliar saham (17,66%) |
|
Tujuan transaksi |
Strategic reorganization |
Mengapa Ini Penting?
Transaksi ini mengindikasikan konsolidasi kepemilikan Grab Holdings di Superbank. Berdasarkan informasi terkini, Grab Holdings bakal mengonsolidasikan PT Super Bank Indonesia Tbk setelah transfer kepemilikan saham dari Singtel Alpha Investments ke GXS Bank. GXS Bank merupakan bank digital yang juga merupakan bagian dari ekosistem Grab.
Superbank resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2025 dengan harga IPO Rp635 per saham dan berhasil menghimpun dana Rp2,79 triliun dari publik. Bank digital ini didukung oleh sejumlah investor besar termasuk Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS.
Perubahan kepemilikan ini menunjukkan restrukturisasi internal dalam ekosistem Grab untuk memperkuat posisi Superbank sebagai bank digital terkemuka di Indonesia, bukan sinyal negatif terhadap kinerja bank tersebut.

