Rumus Menghitung Tetesan Infus Per Menit: Panduan Lengkap untuk Perawat dan Umum
Menghitung tetesan infus per menit adalah keterampilan penting bagi perawat, dokter, dan juga masyarakat umum yang perlu memantau terapi cairan di rumah. Berikut adalah panduan lengkapnya.
Rumus Dasar Tetesan Infus Per Menit
Rumus utama untuk menghitung tetesan infus adalah:
Atau dalam bentuk yang lebih sederhana:
Apa Itu Faktor Tetes?
Faktor tetes (drop factor) adalah jumlah tetesan yang dibutuhkan untuk menghabiskan 1 mL cairan infus. Ada dua jenis infus set dengan faktor tetes berbeda:
|
Jenis Infus |
Faktor Tetes |
Kegunaan |
|
Makro |
15 tetes/mL atau 20 tetes/mL |
Pasien dewasa |
|
Mikro |
60 tetes/mL |
Pasien anak/neonatus |
Faktor tetes dapat dilihat pada kemasan infus set.
Contoh Perhitungan
Contoh 1: Pasien Dewasa (Infus Makro)
Cairan: 500 mL
Waktu: 5 jam
Faktor tetes: 20 tetes/mL
Contoh 2: Pasien Dewasa dengan Rumus Cepat
Untuk dewasa dengan faktor tetes 20:
Contoh 3: Pasien Anak (Infus Mikro)
Cairan: 250 mL
Waktu: 2 jam
Faktor tetes: 60 tetes/mL
Rumus Cepat untuk Dewasa (Faktor Tetes 20)
Beberapa rumus cepat yang sering digunakan:
|
Lama Infus |
Rumus Cepat |
|
1 jam |
TPM = cc × 1 |
|
3 jam |
TPM = cc ÷ 3 |
|
4 jam |
TPM = cc ÷ 4 |
Contoh: 500 mL dalam 8 jam dengan faktor tetes makro:
Langkah-Langkah Menghitung Tetesan Infus
Tentukan jumlah cairan yang akan diberikan (dalam mL)
Tentukan lama pemberian (dalam jam, lalu ubah ke menit dengan dikali 60)
Cek faktor tetes pada kemasan infus set (15, 20, atau 60 tetes/mL)
Masukkan ke rumus dan hitung
Atur regulator pada infus set sesuai hasil perhitungan
Tips Penting
Selalu cek faktor tetes pada kemasan karena berbeda tiap produk
Hitung ulang jika ada perubahan dosis atau waktu
Pantau secara berkala agar tetesan tetap sesuai target
Kesalahan perhitungan dapat berakibat buruk bagi pasien
Untuk neonatus/anak, gunakan infus mikro dengan faktor tetes 60
Mengapa Perhitungan Akurat Itu Penting?
Menghitung tetesan infus dengan benar sangat penting untuk:
Memastikan pasien mendapatkan cairan sesuai kebutuhan
Mencegah overload cairan atau dehidrasi
Memantau terapi cairan secara aman
Menghindari kegagalan pemberian terapi
Keterampilan ini harus dikuasai oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat dan dokter yang sering menangani terapi infus.
Catatan: Artikel ini untuk tujuan edukasi. Untuk penerapan klinis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional dan ikuti protokol rumah sakit yang berlaku.

