Telkom Raih Pendapatan Rp 37,2 Triliun pada Kuartal I-2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 37,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, tumbuh 1,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) di tengah ketidakpastian makroekonomi global.
Kinerja Keuangan Q1-2026
|
Indikator |
Nilai |
Pertumbuhan YoY |
|
Pendapatan konsolidasi |
Rp 37,2 triliun |
+1,5% |
|
EBITDA |
Rp 18,0 triliun |
margin 48,3% |
|
Laba bersih |
Rp 4,3 triliun |
-21,8% |
|
Laba bersih ternormalisasi |
Rp 5,1 triliun |
margin 13,8% |
Meskipun pendapatan meningkat, laba bersih Telkom turun 21,8% menjadi Rp 4,34 triliun akibat tingginya beban operasi dan pemeliharaan.
Per Kinerja Segmen
Segmen B2C (business-to-consumer): Pendapatan Rp 27,6 triliun, naik 1,3% YoY, didorong oleh bisnis digital layanan seluler dan fixed
B2B Infrastructure: Pendapatan Rp 24 triliun, tumbuh 6,8% YoY, supported oleh ekspansi berkelanjutan fiber-to-the-home (FTTH)
Menara Telekomunikasi & TTT (dijalankan Mitratel): Pendapatan Rp 23 triliun, naik 1,4% YoY
Strategi Transformasi TLKM 30
Telkom menekankan bahwa kinerja solid ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional dan mengakselerasi strategi transformasi TLKM 30 yang berfokus pada efisiensi dan pertumbuhan.
Angka ini menunjukkan Telkom tetap mampu tumbuh meski menghadapi tantangan kondisi ekonomi global, dengan segmen B2B Infrastructure menjadi kontributor pertumbuhan utama.

