Telkom (TLKM) Siapkan Rp 1 Triliun Untuk Buyback Saham

Telkom (TLKM) Siapkan Rp 1 Triliun Untuk Buyback Saham

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: TLKM) mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham senilai maksimal Rp 1 triliun, termasuk biaya transaksi dan biaya terkait lainnya. Rencana ini disampaikan melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Mei 2026 dan menjadi salah satu langkah strategis emiten pelat merah untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap saham TLKM.

Skema dan Mekanisme Buyback

Telkom (TLKM) Siapkan Rp 1 Triliun Untuk Buyback Saham
(Foto Saham TLKM dari Google Finansial)
Menurut keterbukaan informasi, dana maksimal Rp 1 triliun akan digunakan untuk membeli kembali saham TLKM yang tercatat di BEI dan saham berbentuk American Depositary Receipt (ADR) di New York Stock Exchange (NYSE).

Pelaksanaan buyback baru dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 8 Juni 2026.

Jika disetujui, program buyback akan berlangsung selama 12 bulan, yaitu dari 9 Juni 2026 sampai 8 Juni 2027, dengan tujuan menjaga suplai saham yang beredar (free float) dan memberikan sinyal positif terhadap valuasi jangka panjang TLKM.

Alasan Telkom Melakukan Buyback

Manajemen Telkom menjelaskan bahwa program buyback ini diambil untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai dan prospek jangka panjang perseroan, sekaligus menjaga keselarasan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan.

Rencana ini juga dinilai sebagai respon atas tekanan harga saham TLKM yang sempat tertekan beberapa waktu terakhir, meski secara fundamental perusahaan masih dianggap kuat oleh manajemen.

Dari sisi keuangan, program buyback diproyeksikan menurunkan total aset dan ekuitas sekitar Rp 1 triliun, tetapi tidak berdampak signifikan terhadap laba bersih dan kemampuan operasional Telkom.

Konteks Buyback Sebelumnya

Rencana buyback Rp 1 triliun ini merupakan lanjutan dari program buyback besar‑besaran Telkom sebelumnya, seperti skema Rp 3 triliun yang telah disetujui RUPS pada 2025 dan dilaksanakan sepanjang 2025–2026.

Aksi korporasi tersebut digadang sebagai upaya untuk memperbaiki harga saham yang dianggap undervalue dan menjaga minat investor institusi maupun ritel dalam jangka panjang.

Implikasi untuk Investor

Bagi investor jangka panjang, rencana buyback Rp 1 triliun bisa dibaca sebagai sinyal bahwa manajemen percaya pada prospek bisnis Telkom dan bersedia menggunakan kas internal untuk mendukung valuasi pasar. 

Namun, trader jangka pendek perlu mewaspadai volatilitas sementara sebelum RUPS dan selama periode pelaksanaan buyback, karena pola penyerapan saham bisa memengaruhi likuiditas dan pola pergerakan harga.

 

Next Post Previous Post