Transaksi QRIS BTN Tumbuh 130% per Maret, Bidik Fee Based Income Rp 10 Miliar di 2026
Hingga Maret 2026, transaksi QRIS milik PT Bank Tabungan Negara (BTN) tumbuh 130% secara tahunan (year‑on‑year/yoy) dengan nilai mencapai sekitar Rp 3,43 triliun, sementara frekuensi transaksinya melonjak 151% yoy, menunjukkan adopsi QRIS BTN yang terus menguat di kuartal I‑2026.
Kinerja QRIS BTN per Maret 2026
Nilai transaksi QRIS BTN mencapai Rp 3,43 triliun dengan pertumbuhan 130% yoy.
Frekuensi transaksi QRIS BTN melonjak 151% yoy, menunjukkan semakin banyak nasabah dan merchant yang menggunakan QRIS BTN untuk pembayaran digital.
Fee based income (pendapatan non bunga berbasis komisi) dari QRIS BTN juga tumbuh sekitar 148% yoy, memperkuat kontribusi digital payment terhadap kinerja keuangan bank.
Target 2026: Fee Based Income Rp 10 Miliar
BTN menargetkan volume transaksi QRIS bisa mencapai sekitar 124 juta transaksi hingga akhir 2026, atau tumbuh lebih dari 40% yoy dibanding tahun sebelumnya.
Dari sisi pendapatan, BTN membidik fee based income QRIS di atas Rp 10 miliar pada akhir 2026, sebagai bagian dari strategi memperluas bisnis pembayaran digital dan menambah alur pendapatan non bunga.

