Xiaomi Rilis Earbud Clip‑On Pertama yang “Bersahabat” dengan Ecosystem Apple
Xiaomi memasuki pasar earbud jepit (clip‑on / open‑ear) dengan produk audio terbaru yang dirancang khusus untuk pengguna muda dan aktif. Bukan hanya dari sisi desain futuristik, earbud ini juga menawarkan kompatibilitas yang lebih baik dengan ekosistem Apple, sehingga pengguna iPhone akan merasa seperti menggunakan AirPods versi Xiaomi—dengan beberapa fitur “mirip‑AirPods” yang langsung terasa di Android.
Desain open‑ear dan “clip‑on” transparan
Earbud jepit pertama Xiaomi mengusung konsep open‑ear, di mana kabel pengait memanfaatkan kabel titan berbentuk cincin dengan efek memory wire agar posisi tetap stabil tanpa mengganjal telinga. Berat per unitnya hanya sekitar 5,5 gram, sehingga pengguna boleh berharap kenyamanan ekstra untuk pemakaian lama.
Ciri khas desainnya adalah bola speaker transparan dengan finishing mengilap dan aksen metalik, tersedia dalam warna seperti Satin Gold dan Pearl White. Bentuk kurva biomimetiknya didesain agar tidak menekan daun telinga, sambil tetap memberikan kenyamanan saat berolahraga atau bepergian.
Spesifikasi audio dan konektivitas
Di sisi audio, Xiaomi membenamkan driver 11 mm dengan diafragma berlapis metal yang mendukung Hi‑Res Audio serta codec LHDC 5.0 untuk bitrate tinggi di perangkat Android yang kompatibel. Ini membuatnya menonjol sebagai earbud open‑ear yang tetap menawarkan kualitas suara detail, meski tidak menutup telinga.
Fitur anti‑leak suara juga ditekankan dengan teknologi “reverse sound wave”, yang membantu meminimalkan kebocoran suara di sekitar pengguna—sesuatu yang sering menjadi kelemahan utama earbud open‑ear.
Fitur AI dan mikrofon untuk panggilan
Xiaomi menambahkan sejumlah fitur berbasis AI, seperti terjemahan real‑time hingga 21 bahasa, fitur perekaman suara, dan kemampuan membuat ringkasan otomatis dari percakapan atau konten audio. Sebagian fitur ini bakal terintegrasi dengan ekosistem Xiaomi dan asisten virtual Xiao AI, sehingga pengguna Android bisa mendapat pengalaman konektivitas yang lebih padu.
Untuk panggilan, tiap earbud dilengkapi tiga mikrofon serta sensor VPU (voice pickup sensor) yang bekerja bersama sistem peredaman noise berbasis AI. Kombinasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas suara saat rapat online, telepon, atau video call.
Charging case dengan speaker pelacak dan konektivitas “AirPods‑like”
Case pengisian bawaan punya speaker internal yang bisa membantu pelacakan lokasi earbud jika terjatuh atau tertinggal di kamar/kantor. Ketika pengguna memicu fungsi pencarian, case akan mengeluarkan suara, sehingga pengguna lebih mudah menemukannya.
Lebih lanjut, keberadaan earbud ini juga diperkuat oleh visi Xiaomi yang semakin terbuka terhadap ekosistem Apple. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Xiaomi sudah mengaktifkan dukungan AirPods tingkat sistem di HyperOS 3.1, dengan fitur seperti pop‑up animasi saat membuka case, ikom status khusus di status bar, hingga support Spatial Audio.
Meski earbud clip‑on Xiaomi ini diarahkan sebagai produk cross‑platform, pengguna yang memakai iPhone diproyeksikan tetap merasa nyaman, karena pengalaman pairing dan penggunaan privilegenya mirip dengan AirPods—tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.
Kapan dan ke siapa produk ini menyasar?
Xiaomi memastikan earbud clip‑on pertamanya akan diluncurkan resmi akhir Mei 2026, bersamaan dengan peluncuran Xiaomi 17 Max dan Mi Band 10 Pro.
Target utamanya adalah pengguna muda aktif, baik yang gemar berolahraga, bekerja di ruang terbuka, maupun yang sering beraktivitas di luar ruangan dan tidak ingin memakai earbud tradisional karena rasa terjepit atau risiko kehilangan.

