Bank Raya Cetak Laba Bersih Rp6,79 Miliar di Kuartal I-2026
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) atau Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar pada Kuartal I-2026. Performa ini tumbuh positif dengan ditopang oleh kinerja kuat bisnis digital, khususnya melesatnya pertumbuhan kredit digital yang mencapai 33,1%.
Faktor Utama Pertumbuhan Laba
Laba bersih Bank Raya di kuartal pertama 2026 ini ditopang oleh beberapa faktor kunci:
|
Komponen |
Kinerja |
Pertumbuhan |
|
Pendapatan bunga |
Rp308,35 miliar |
+7,5% (yoy) |
|
Pendapatan bunga kredit |
Rp226,29 miliar |
+11% (yoy) |
|
NIM (Net Interest Margin) |
5,78% |
+91 bps |
Margin bunga bersih (NIM) Bank Raya naik signifikan 91 basis poin dari 4,87% pada Kuartal I-2025 menjadi 5,78%. Peningkatan ini berkat optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.
Perbandingan dengan Periode Sebelumnya
Bank Raya menunjukkan konsistensi pertumbuhan laba dari tahun sebelumnya:
Kuartal I-2025: Laba bersih Rp16,92 miliar (+84,7% yoy)
Kuartal II-2025: Laba bersih Rp32,93 miliar (+64,5% yoy)
Kuartal III-2025: Laba bersih Rp41,97 miliar (+23,8% yoy)
Kuartal I-2026: Laba bersih Rp6,79 miliar
Komitmen Bisnis Digital
Bank Raya terus memperkuat bisnis digital sebagai strategi utama. Hingga Kuartal III-2025, penyaluran kredit digital mencapai Rp20,61 triliun atau tumbuh 48,76% (yoy). Kinerja solid ini juga terlihat dari penghimpunan simpanan digital dan fundamental keuangan secara umum.
Rasio Profitabilitas Membaik
Perbaikan profitabilitas Bank Raya tercermin dari peningkatan berbagai rasio kunci:
ROA (Return on Asset): meningkat menjadi 0,42% dari 0,36% pada kuartal III-2024
ROE (Return on Equity): meningkat 31 bps menjadi 1,72% dari 1,41%
NIM: naik menjadi 5% dari 4,35% pada kuartal III-2024
Dengan kinerja ini, Bank Raya menunjukkan fundamental keuangan yang tangguh dan konsisten dalam menciptakan nilai positif bagi pemegang saham melalui strategi bisnis digital yang terfokus.

