BI Rate Naik, Angkat Saham Big Bank
Saham-saham perbankan bergerak menguat pada awal perdagangan Rabu (10/6/2026), sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Kenaikan ini terjadi setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI pada Selasa (9/6/2026).
Pergerakan Saham Big Bank
| (Foto Saham BBNI dari Aplikasi Stockbit) |
|
Saham |
Kenaikan |
Level Harga |
|
BBNI (Bank Negara Indonesia) |
+5,20% |
Rp3.540/saham |
|
BBNI (penutupan sebelumnya) |
- |
Rp3.320/saham dari Rp3.270 |
BBNI dibuka pada level Rp3.320/saham dari penutupan sebelumnya Rp3.270. Hingga pukul 09.20 WIB, saham BBNI naik 5,20% ke level Rp3.440/saham.
Kebijakan BI Rate Terbaru
BI juga menaikkan suku bunga terkait dalam keputusan tersebut:
Deposit Facility: naik menjadi 4,50%
Lending Facility: naik menjadi 6,25%
Kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin ini merupakan kenaikan lanjutan dari keputusan sebelumnya pada Mei 2026, ketika BI menaikkan BI Rate 50 bps menjadi 5,25%.
Dampak bagi Sektor Perbankan
Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan membawa tantangan baru untuk sektor perbankan, namun di sisi lain juga mendatangkan peluang. Dalam jangka panjang, saham-saham di sektor perbankan berpotensi kembali menarik minat asing seiring menguatnya stabilitas nilai tukar rupiah.
Kenaikan BI Rate ini dirancang untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta meredam tekanan eksternal, yang secara positif merespons oleh investor terhadap saham bank besar.

