CIMB Group Bidik Peluang Akuisisi dan Ekspansi Bisnis di Indonesia

CIMB Group Bidik Peluang Akuisisi dan Ekspansi Bisnis di Indonesia
CIMB Group Holdings Berhad, bank terbesar kedua di Malaysia, menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia dan membuka peluang aksi korporasi melalui merger dan akuisisi (M&A) meski dinamika pasar keuangan Tanah Air sepanjang 2026 cukup tinggi.

Komitmen dan Strategi Ekspansi

CIMB sedang menilai beberapa aset dan peluang bisnis yang dapat memperkuat posisinya di Indonesia, terutama di bidang pengelolaan kekayaan (wealth management) dan layanan keuangan khusus lainnya. Menurut Novan, pihak CIMB juga terbuka untuk masuk ke sektor bisnis yang lebih spesifik yang belum dimiliki saat ini.

Untuk pengembangan pasar di Indonesia, CIMB membuka peluang ekspansi anorganik melalui merger dan akuisisi jika semua faktor mendukung, termasuk:

Harga yang tepat

Syarat yang baik

Hasil yang saling keunggulan

"Kami selalu terbuka untuk mempertimbangkan opsi-opsi [merger dan akuisisi] tersebut. Namun, hal itu tidak akan mengalihkan fokus utama kami, yaitu ekspansi organik," imbuh Novan.

Fokus pada Bisnis Syariah

CIMB juga berencana memperkuat bisnis syariah di Indonesia dengan potensi akuisisi, memanfaatkan pengalaman sukses di Malaysia untuk meningkatkan penetrasi pasar. Dengan target menjadi bank syariah terbesar kedua setelah BSI, CIMB mengandalkan pengalaman sukses di Malaysia untuk menggarap potensi besar pasar syariah Indonesia yang masih minim penetrasi.

Latar Belakang Ekspansi regional

CIMB yang mengoperasikan CIMB Niaga di Indonesia sedang mempertimbangkan berbagai aset yang dapat melengkapi bisnis yang sudah ada, dengan pengelolaan kekayaan sebagai salah satu fokus utama. Bisnis di Indonesia menyumbang 20% dari keseluruhan kinerja CIMB Group, dan sebelumnya direncanakan meningkat hingga mencapai 40%.

Saat ini, sejumlah institusi keuangan regional justru melihat peluang untuk memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia meski tantangan pasar keuangan cukup tinggi. Pangsa pasar bank asing di industri perbankan nasional juga terus menguat, mencapai 23,75% per Maret 2026.
Next Post Previous Post