DPR Sahkan Revisi UU P2SK: Regulasi Baru untuk Aset Kripto hingga Surat Utang Danantara
17 Poin Penting dalam Revisi UU P2SK
Ketua Panja RUU P2SK sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR, Mohamad Hekal, menjelaskan revisi ini memuat 17 pokok materi pengaturan yang mencakup berbagai aspek sektor keuangan:
|
No |
Materi Pengaturan |
|
1 |
Kelembagaan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) |
|
2 |
Kelembagaan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) |
|
3 |
Kelembagaan BI (Bank Indonesia) |
|
4 |
Evaluasi kinerja LPS, OJK, dan BI oleh DPR |
|
5 |
Perluasan cakupan usaha perbankan dan perbankan syariah |
|
6 |
Demutualisasi bursa efek di pasar modal |
|
7 |
Transfer margin dalam transaksi pasar keuangan |
|
8 |
Surat utang Danantara |
|
9 |
Perusahaan asuransi dan asuransi syariah dalam resolusi |
|
10 |
Dana pertanggungan wajib kecelakaan lalu lintas |
|
11 |
Bursa mineral dan komoditas strategis |
|
12 |
Aset kripto |
|
13 |
Satgas pencegahan pinjaman daring & perjudian daring |
|
14 |
Pusat Finansial Internasional Indonesia |
|
15 |
Penanganan piutang macet UMKM |
|
16 |
Penyelidikan & penyidikan di sektor jasa keuangan + keadilan
restoratif |
|
17 |
Bank dalam penyehatan |
Pengaturan Aset Kripto
Revisi UU P2SK secara eksplisit memasukkan aset kripto sebagai salah satu materi pengaturan. Langkah ini membuka peluang baru bagi perkembangan industri kripto di Indonesia, termasuk potensi kripto sebagai alat bayar yang lebih luas.
Tokocrypto menyambut baik revisi ini karena dinilai dapat mendorong adopsi kripto lebih luas di masyarakat.
Danantara Bisa Terbitkan Surat Utang
Salah satu poin kunci adalah pengaturan yang memberikan dasar hukum bagi Danantara untuk menerbitkan surat utang khusus. Ini merupakan salah satu perhatian utama dalam revisi tersebut selain penguatan kelembagaan otoritas sektor keuangan.
Proses Pembahasan
Persetujuan dicapai setelah pembahasan di tingkat Panitia Kerja (Panja)
Hasil dilaporkan dalam rapat kerja Komisi XI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
Revisi terdiri dari 2 pasal romawi dan 10 angka perubahan, total 145 pasal
Berdasarkan pembahasan 1.212 DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) dari pemerintah
Implikasi untuk Pasar Keuangan Indonesia
Revisi ini bertujuan mengoptimalkan sektor keuangan Indonesia dengan penguatan regulator, penyempurnaan tata kelola, dan pengembangan berbagai instrumen investasi di pasar keuangan nasional. Khusus untuk kripto, regulasi ini diharapkan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi pelaku industri dan investor.

