El Nino Jadi Katalis Harga CPO, Emiten Sawit Masuk Radar Investor
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpotensi naik karena ancaman fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi. Kondisi cuaca kering biasanya membuat pasar memperhitungkan pasokan yang lebih ketat, sehingga harga CPO mendapat dukungan.
Kabar potensi kenaikan harga CPO biasanya menjadi sentimen positif bagi emiten sawit di Bursa Efek Indonesia. Saham-saham seperti AALI dan SIMP kerap menjadi perhatian investor karena kinerja mereka sangat terkait dengan pergerakan harga komoditas ini.
Menurut catatan MBSB Research yang dikutip Dow Jones Newswires, El Nino bisa menjadi katalis tambahan bagi harga CPO. Dampak penuh terhadap hasil tandan buah segar (TBS) diperkirakan baru terlihat pada 2027 karena ada jeda biologis dalam siklus produksi sawit.
AmInvestment Bank juga menilai harga sawit di perdagangan Asia menguat karena ada premi risiko dari potensi El Nino. Artinya, pasar mulai mengantisipasi kemungkinan gangguan produksi sejak dini.
Dampak ke Saham Sawit
| (Foto Saham AALI dan SIMP dari Google Finansial) |
Dalam periode sebelumnya, saham emiten sawit memang sempat menguat seiring harga CPO yang naik. Ini menunjukkan bahwa perubahan ekspektasi terhadap pasokan dan permintaan CPO bisa langsung tercermin pada pergerakan saham sektor ini.

