Grab Terapkan Strategi "Scale Smarter", Perluas Layanan ke Segmen Pengguna Baru

Grab Terapkan Strategi "Scale Smarter", Perluas Layanan ke Segmen Pengguna Baru

Grab Indonesia menerapkan strategi "scale smarter" untuk mendorong pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kebutuhan pelanggan. Strategi ini dilakukan dengan memperluas pemanfaatan teknologi dan fitur yang telah dikembangkan ke berbagai segmen pengguna, baik konsumen individu maupun korporasi.

Apa Itu "Scale Smarter"?

Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menjelaskan bahwa strategi ini berfokus pada pengembangan kapabilitas yang sudah ada agar bisa memberikan manfaat lebih luas tanpa menambah kompleksitas operasional. Grab juga mengedepankan konsep "execute faster" untuk respons lebih cepat terhadap perubahan pasar.

Contoh Penerapan Strategi

Layanan Dine Out dari Consumer ke B2B

Fitur Dine Out yang awalnya hanya untuk konsumen individu kini dimanfaatkan untuk kebutuhan perusahaan, seperti menjamu klien atau kegiatan kebersamaan tim.

GrabMaps untuk Konsumen dan Operasional

GrabMaps yang sebelumnya hanya digunakan untuk operasional navigasi, kini diperluas ke layanan konsumen dengan memberikan informasi cuaca dan kondisi lalu lintas.

Optimalisasi Data dan AI

Grab memanfaatkan big data dan kecerdasan buatan untuk proyeksi layanan yang lebih baik, termasuk penilaian risiko pinjaman yang lebih akurat dibanding bank tradisional.

Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa strategi scale smarter berfokus pada:

Area bisnis bernilai tambah tinggi

Optimalisasi data

Alokasi sumber daya secara akurat tanpa menambah kompleksitas

Tyas, perwakilan Grab, menekankan pentingnya berinovasi, mengambil action, dan menyesuaikan strategi sesuai informasi yang tersedia, serta membangun organisasi yang adaptif terhadap perubahan.

Target Pertumbuhan 2028

Grab menargetkan laba naik tiga kali lipat pada 2028 dengan mengandalkan AI dan ekspansi layanan baru seperti belanja kebutuhan pokok online dan produk keuangan. Perusahaan juga membidik peningkatan EBITDA menjadi US$1,5 miliar.

Dengan strategi ini, Grab terus memperluas ekosistem superappnya di Asia Tenggara, kini beroperasi di lebih dari 900 kota, sambil menciptakan pemberdayaan ekonomi bagi semua pihak.

 

Next Post Previous Post