Investor Asing Jual Saham BBCA Rp265 Miliar, Saatnya Serok?

Investor Asing Jual Saham BBCA Rp265 Miliar, Saatnya Serok?

Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp265 miliar pada perdagangan Rabu (3/6/2026) sesi I. Aksi jual tersebut menekan harga saham BBCA turun 3 persen ke level Rp5.650 per lembar.

Tekanan Jual Asing Terus Berlanjut

Investor Asing Jual Saham BBCA Rp265 Miliar, Saatnya Serok?
(Foto Saham BBCA dari Aplikasi Stockbit)
Saham BBCA tengah mengalami tekanan berat sepanjang tahun 2026. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), BBCA bahkan anjlok 4,60 persen ke level Rp5.700 per lembar akibat investor asing melepas saham senilai Rp1,95 triliun dalam rangka rebalancing portofolio. 

Jika ditarik sejak awal tahun, BBCA telah terkoreksi hampir 20 persen year to date (YtD) dan menjadi salah satu kontributor utama pelemahan IHSG.

Aksi Jual Asing

Beberapa faktor yang memicu keluaran dana asing dari BBCA:

Faktor

Deskripsi

Rebalancing MSCI

Kebijakan indeks global memicu rotasi sektor

Isu Pengambilalihan

Preseden buruk terkait isu pemerintah ambil alih BBCA

Depresiasi Rupiah

Tekanan makroekonomi dengan rupiah melemah ke rekor terlemah

Safe-Haven Flow

Investor beralih ke emas dan perak yang lebih menarik

Kinerja Saham Konglomerat Lain

Saham grup konglomerat tertentu naik lebih menarik


Kepemilikan asing di BBCA juga terus menyusut dari 35,86% pada Januari 2025 menjadi 33,24% per September 2025. Sepanjang tahun berjalan hingga Oktober 2025, asing membukukan jual bersih BBCA di pasar reguler sebesar Rp32,38 triliun, salah satu rekor terbesar sepanjang sejarah BEI.

Fundamental BBCA Masih Solid

Meski tekanan harga terus berlanjut, secara fundamental BBCA tetap kuat:

Laba bersih semester I-2025: Tumbuh 8% YoY ke Rp29 triliun

Pertumbuhan kredit: 12,9% YoY ke Rp959 triliun

NPL (kredit bermasalah): Terjaga di 2,2%

LAR (loan to asset ratio): Stabil di 5,7%

Saatnya Serok atau Masih Berbahaya?

Pandangan Analis:

Analis

Pandangan

Target/Support

Teguh Hidayat (Dir. Avere Investama)

Tekanan harga belum usai, isu pengambilalihan masih jadi sentimen negatif

Sunar Susanto (Praktisi Pasar Modal)

Tekanan masih berlanjut, tapi optimis jangka panjang

Support: Rp7.000 (risiko turun ke Rp6.000); Target akhir tahun: Rp7.900


Kesimpulan: Apakah Saatnya Serok?

Untuk investor jangka pendek: Masih berisiko tinggi. Support teknikal di Rp7.000, jika gagal bertahan bisa turun ke Rp6.000.

Untuk investor jangka panjang: Bisa mulai serok bertahap di area Rp5.650–Rp5.700 karena:

Fundamental bank masih sangat solid dengan pertumbuhan laba dan kredit kuat

Koreksi hampir 20% YtD sudah cukup dalam untuk saham blue chip seperti BBCA

Target harga analis masih di Rp7.900 akhir tahun, berpotensi gain ~40% dari level saat ini

Saran: Beli secara bertahap (averaging) dengan manajemen risiko ketat, siap mental untuk volatilitas jangka pendek, dan fokus pada horizon investasi 6–12 bulan ke depan.

Next Post Previous Post