Investor Asing Jual Saham BBCA Rp265 Miliar, Saatnya Serok?
Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp265 miliar pada perdagangan Rabu (3/6/2026) sesi I. Aksi jual tersebut menekan harga saham BBCA turun 3 persen ke level Rp5.650 per lembar.
Tekanan Jual Asing Terus Berlanjut
| (Foto Saham BBCA dari Aplikasi Stockbit) |
Aksi Jual Asing
Beberapa faktor yang memicu keluaran dana asing dari BBCA:
|
Faktor |
Deskripsi |
|
Rebalancing MSCI |
Kebijakan indeks global memicu rotasi sektor |
|
Isu Pengambilalihan |
Preseden buruk terkait isu pemerintah ambil alih BBCA |
|
Depresiasi Rupiah |
Tekanan makroekonomi dengan rupiah melemah ke rekor terlemah |
|
Safe-Haven Flow |
Investor beralih ke emas dan perak yang lebih menarik |
|
Kinerja Saham Konglomerat Lain |
Saham grup konglomerat tertentu naik lebih menarik |
Kepemilikan asing di BBCA juga terus menyusut dari 35,86% pada Januari 2025 menjadi 33,24% per September 2025. Sepanjang tahun berjalan hingga Oktober 2025, asing membukukan jual bersih BBCA di pasar reguler sebesar Rp32,38 triliun, salah satu rekor terbesar sepanjang sejarah BEI.
Fundamental BBCA Masih Solid
Meski tekanan harga terus berlanjut, secara fundamental BBCA tetap kuat:
Laba bersih semester I-2025: Tumbuh 8% YoY ke Rp29 triliun
Pertumbuhan kredit: 12,9% YoY ke Rp959 triliun
NPL (kredit bermasalah): Terjaga di 2,2%
LAR (loan to asset ratio): Stabil di 5,7%
Saatnya Serok atau Masih Berbahaya?
Pandangan Analis:
|
Analis |
Pandangan |
Target/Support |
|
Teguh Hidayat (Dir. Avere Investama) |
Tekanan harga belum usai, isu pengambilalihan masih jadi sentimen
negatif |
— |
|
Sunar Susanto (Praktisi Pasar Modal) |
Tekanan masih berlanjut, tapi optimis jangka panjang |
Support: Rp7.000 (risiko turun ke Rp6.000); Target akhir tahun:
Rp7.900 |
Kesimpulan: Apakah Saatnya Serok?
Untuk investor jangka pendek: Masih berisiko tinggi. Support teknikal di Rp7.000, jika gagal bertahan bisa turun ke Rp6.000.
Untuk investor jangka panjang: Bisa mulai serok bertahap di area Rp5.650–Rp5.700 karena:
Fundamental bank masih sangat solid dengan pertumbuhan laba dan kredit kuat
Koreksi hampir 20% YtD sudah cukup dalam untuk saham blue chip seperti BBCA
Target harga analis masih di Rp7.900 akhir tahun, berpotensi gain ~40% dari level saat ini
Saran: Beli secara bertahap (averaging) dengan manajemen risiko ketat, siap mental untuk volatilitas jangka pendek, dan fokus pada horizon investasi 6–12 bulan ke depan.

