Kurs Dolar-Rupiah, Senin 8 Juni 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.148
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Pergerakan Rupiah di Pasar Spot
Pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026) pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka di level Rp 18.107 per dolar AS, anjlok 0,39% dibanding penutupan Jumat (5/6/2026) yang berada di Rp 18.036. Rupiah bahkan sempat tembus di atas Rp 18.100 per dolar AS, mencatat rekor terburuk dalam perdagangan hari ini.
Di akhir perdagangan, rupiah ditutup di Rp 18.148 per dolar AS, sesuai dengan prediksi awal yang memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dalam rentang Rp 17.950–Rp 18.250.
Kurs di Bank dan Money Changer Jakarta
Berikut adalah kurs dolar AS di beberapa bank dan money changer di Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026:
|
Lokasi |
Kurs Beli |
Kurs Jual |
|
Bank Mandiri |
Rp 18.110 |
Rp 18.140 |
|
Bank BCA |
Rp 18.025 |
Rp 18.135 |
|
SMBC Indonesia |
Rp 17.695 |
Rp 18.295 |
|
Sahabat Valas (ITC Mangga Dua) |
Rp 18.060 |
Rp 18.120 |
Kurs transaksi Bank Indonesia (BI) tercatat di Rp 18.129,19 untuk jual dan Rp 17.948,81 untuk beli.
Faktor Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah pekan ini masih dipengaruhi oleh beberapa faktor:
Geopolitik Timur Tengah – Draf kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat belum menemukan titik kesepakatan, menimbulkan kekhawatiran pasar.
Aliran Modal Keluar – Investor asing cenderung mengurangi posisi di aset Asia termasuk rupiah menjelang data ekonomi AS.
Penguatan Dolar AS – Indeks dolar AS (DXY) menguat seiring harapan suku bunga Fed yang tetap tinggi.
Prediksi Pekan Ini
Analis memperkirakan rupiah pekan ini bisa tembus ke Rp 18.150 per dolar AS jika tekanan geopolitik dan aliran modal keluar tetap berlanjut. Namun, rupiah masih memiliki peluang untuk menguat jika Bank Indonesia melakukan intervensi pasar atau jika ada signal positif dari ekonomi domestik.

